Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
Ilustrasi
Dream - Anak-anak yang lahir dari ibu yang memiliki tingkat hormon tiroid rendah selama kehamilan, cenderung lemah dalam matematika. Terutama saat mereka masih duduk di tingkat sekolah dasar.
Para peneliti di Belanda melakukan penelitian terhadap pertumbuhan 1.196 anak sehat. Mulai dari lahir sampai usia lima tahun, setelah mencatat tingkat tiroksin ibu mereka pada usia 12 minggu kehamilan.
Mereka kemudian melihat hasil tes anak-anak terhadap bahasa dan aritmatika. Mereka yang lahir dari ibu dengan tingkat tiroksin rendah, cenderung memiliki skor aritmatika di bawah rata-rata.
" Hasil serupa juga terlihat pada anak yang menjalani tes bahasa," kata Martijn Finken di VU University Medical Centre di Amsterdam, yang memimpin penelitian. Hasil tes matematika juga sama meskipun mempertimbangkan latar belakang keluarga anak.
Rendahnya tingkat tiroksin pada ibu hamil berkaitan dengan perkembangan mental yang buruk pada pertumbuhan bayi. Sehingga mungkin menyebabkan kesulitan belajar dan mengurangi pertumbuhan fisik.
" Apakah masalah ini bertahan sampai dewasa masih harus dilihat. Kami akan terus mengikuti anak-anak ini untuk menjawab pertanyaan besar berikutnya," kata Finken.
Dia menyarankan di masa depan, tes hormon dapat digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak yang akan membutuhkan bantuan tambahan dalam matematika di sekolah.
" Ada kemungkinan bahwa anak-anak ini dapat memperoleh manfaat dari suplemen hormon, untuk meningkatkan perkembangan otak mereka di dalam rahim," katanya.
" Pengobatan itu telah dicoba di masa lalu tapi gagal meningkatkan kemampuan kognitif anak, meskipun waktu pengobatan dapat mempengaruhi keberhasilannya."
Temuan ini dipresentasikan pada pertemuan empat tahunan European Society for Paediatric Endocrinology di Dublin, Irlandia.
(Ism, Sumber: BBC)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

