Dream - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo melaporkan hasil kajian kondisi ekonomi Indonesia pada kuartal II 2015. Hasilnya menunjukkan, tren depresiasi Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) masih terus berlanjut. Kondisi ini didorong oleh penguatan Dollar AS di seluruh dunia.
" Rupiah melemah secara rata-rata 2,47 persen Q to Q ke level Rp 13.131 pada triwulan kedua dari Rp 12.807 per Dolar AS pada triwulan sebelumnya," kata Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2015.
Agus menjelaskan, pemicu besar dari pelemahan nilai tukar rupiah berasal dari kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga acuan The Fed. Investor juga sempat cemas dengan tak kunjung rampungnya penyelesaian krisis Yunani beberapa waktu lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, lanjut Agus, nilai tukar rupiah anjlok tajam akibat adanya devaluasi Yuan Tiongkok.
" BPOC mendepresiasi 1,9 persen, diikuti devaluasi 1,6 persen pada 12 Agustus 2015," kata Agus.
Kinerja Negeri Tirai Bambu itu menunjukan pelemahan dalam kinerja ekspor, capital outflow serta cadangan devisanya.
" (Kondisi itu) berdampak negatif terhadap mayoritas mata uang negara termasuk Indonesia," tukas Agus.
Akibat kondisi ekonomi Tiongkok yang memburuk, kurs rupiah terhadap dolalr AS melemah 10,12 persen sejak awal tahun hingga 12 Agustus 2015.
Namun Agus memastikan, pelemahan ini tak hanya dialami rupiah. Dari catatan BI, kurs Won Korea terhadap dolar AS secara year to date (ytd) juga sudah melemah 8,35 persen, Baht Thailand turun 6,62 persen, dan Yen Jepang terkoreksi 3,96 persen.
" Pelemahan Rupiah masih lebih baik daripada Malaysia 13,16 persen, Turki 16,23 persen, Brasil 29,4 persen dan Australia 10,6 persen," tutup Agus. (Ism)
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru