Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank DBS Indonesia Resmi Mengakuisisi Bisnis Retail Dan Wealth Management ANZ Indonesia. (Foto: DBS Indonesia)
Dream – PT Bank DBS Indonesia resmi mengambil bisnis ritel dan wealth management PT Bank ANZ Indonesia. Aksi ini menggenapi rencana pengambilalihan bisnis retail and wealth management ANZ di Singapura, Hong Kong, China, Taiwan, dan Indonesia yang sudah berhembus sejak Oktober 2016.
Sejak saat itu, DBS dan ANZ berkolaborasi untuk memastikan kelancaran setiap tahap proses pengambilalihan tersebut.
Dikutip dari keterangan tertulis DBS yang diterima Dream, Senin 12 Februari 2018, pengambilalihan kedua bisnis ANZ di Indonesia telah selesai dilaksanakan pada 10-11 Februari 2018 serta merupakan pengambilalihan kelima dan terakhir dari transaksi portofolio bisnis ANZ yang telah dipindahkan kepada DBS.
Pasar pertama yang telah diselesaikan dalam pengambilalihan tersebut adalah China pada tanggal 17 Juli 2017, diikuti oleh Singapura pada tanggal 7 Agustus 2017, dan Hong Kong pada tanggal 11 September 2017 serta Taiwan pada tanggal 11 Desember 2017 tahun lalu.
President Director DBS Indonesia, Paulus Sutina, mengatakan akuisisi bisnis ritel dan wealth management ANZ akan memperkuat posisi DBS di Indonesia. Paulus mengatakan langkah korporasi ini membuat DBS optimistis menjadi pengelola wealth management yang unggul di Indonesia.
“ (Pengambilalihan ini) juga memberi akses bagi nasabah wealth ANZ terhadap solusi-solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, berikut dengan rangkaian layanan perbankan universal yang lengkap dan didukung oleh rekomendasi data terkait Asian Insights, riset, dan investasi,” kata dia di Jakarta.
Managing Director and Head of Consumer Banking Group and Wealth Management DBS Indonesia, Wawan Salum, menambahkan pengambilalihan bisnis private banking bisa memperkuat posisi mereka dan rekam jejak di bisnis kartu bisnis di Indonesia.
“ Hal ini terjadi karena keberhasilan dari bisnis wealth management kami yang sangat terintegrasi, dengan karyawan berpengalaman dan berbakat, customer services, serta berbagai penawaran program kartu kredit,” kata Wawan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya