Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nasabah DBS Indonesia (Merdeka.com)
Dream - Bank asal Singapura, DBS Bank Ltd, mengambil alih bisnis pengelolaan keuangan (Wealth Management) dan perbankan ritel ANZ di lima pasar dunia. Nilai akuisis bank Negeri Kiwi ini mencapai 110 juta dolar Singapura, atau di atas nilai buku.
Portofolio bisnis ANZ yang diambil alih DBS tersebut beroperasi di Singapura, Hong Kong, China, Taiwan, dan Indonesia.
Total deposit di lima pasar ini mencapai 17 miliar dolar Singapura, pinjaman 11 miliar dolar Singapura, investasi 6,5 miliar dolar Singapura dalam bentuk dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) untuk tahun 2016.
ANZ melaporkan melayani 1,3 juta nasabah di lima pasar ini dengan 10 ribu diantaranya merupakan nasabah wealth dan 1,2 juta nasabah retail.
" Transaksi ini memberikan kami platform nasabah yang signifikan di Indonesia dan Taiwan dimana hal tersebut mammpu membantu mempercepat pembangunan agenda digital kami," kata Tan Su Shan, Group Hear of Consumer Banking & Wealth Management DBS dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin, 31 Oktober 2016.
DBS yakin dengan akuisisi ini memiliki nilai strategis karena mampu memperkuat posisi DBS sebagai wealth manager terdepan di Asia, mendorong pengembangan skala yang pesat terhadap strategi digital di Indonesia dan Taiwan serta menciptakan nilai keuangan (ROE) dan peningkatan laba satu tahun setelah penyelesaian proses.
Selama lima tahun terakhir, DBS memang aktif mengembangan bisnis pengelolaan euangan secara konsisten. Dengan akuisisi ini , dana kelolaan yang masuk ke dalam nilai akun DBS akan bertambah 23 miliar dolar Singapura. Sementara jumlah total keseluruhan akun nasabah HNWI mencapai 6 miliar dolar Singapura.
Di Indonesia, akuisisi ini akan menyebabkan DBS mencapat tambahan 410 ribu nasabah, yang berarti meningkatkan jumlah nasabah perusahaan sampai enam kali lipat.
" Transaksi ini menjadi milestone penting bagi DBS Indonesia dimana akan berkontribusi signifikan pada pengembangan franchise kami," kata Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna.
Sementara Group Executive Asia Retail and Wealth ANZ, David Hisco menilai DBS adalah pilihan terbaik dalam menunjukan komitmennya terhadap Asia dan dengan kekuatan finansialnya.
" Ini merupakan kesempatan besar bagi nasabah kami dan sebagain besar karyawan kami di wilayah ini untuk memperoleh banyak manfaat dari sebuah bank yang progresif dan dinamis," kata Hisco.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya