Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pembukaan GIIAS 2017 (Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Pameran kendaraan ini diikuti 32 APM dan 300 merek industri pendukung.
Dream - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) resmi membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017. Pameran kendaraan terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat mendorong peran industri otomotif terhadap perekonomian nasional.
"Dalam pengembangan industri otomotif, kami mengajak semua pihak berperan aktif karena industri otomotif Indonesia punya peran strategis dan memberikan dampak kepada perekonomian nasional," kata Ketua Umum GAIKINDO, Yohanes Nangoi, dalam pembukaan GIIAS 2017 di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 10 Agustus 2017.
Sekadar informasi, GIIAS 2017 ini digelar di ICE BSD pada 10-20 Agustus 2017. Pameran ini diikuti oleh 32 agen pemegang merek (APM) dan 300 merek industri pendukung.
"Pameran ini merupakan pameran ke-25 kalinya," kata Nangoi.
Sementara itu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato, mengklaim daya beli masyarakat Indonesia terhadap otomotif masih tinggi. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya kapasitas produksi otomotif di Indonesia.
"Produksi otomotif meningkat di paruh kedua. Ini membuktikan daya beli masyarakat masih bertenaga," kata Airlangga.
Ucapan Airlangga tersebut merujuk pada Gaikindo yang menyebutkan kapasitas produksi otomotif Indonesia sampai Juni 2017 mencapai 2,2 juta unit. Kapasitas ini meningkat setelah ada tambahan kapasitas produksi Mitsubishi Motor dan Wuling sebanyak 121 ribu unit.
Investasi otomotif di Indonesia juga tercatat menyentuh angka Rp16,5 triliun. Dengan jumlah tenaga kerja yang terserap bertambah 5 ribu orang.
"Selain memberikan nilai tambah, industri ini juga menyerap tenaga kerja," kata dia.(Sah)