7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Aidil Akbar Dalam Festival Pasar Modal Syariah 2016 (Dream.co.id/Ratih Wulan)
Dream - Financial Planing, Aidil Akbar menegaskan ayat-ayat Alquran telah menjamin rezeki masing-masing orang. Yang dibutuhkan saat ini adalah perencanaan matang dalam mempersiapkan tabungan demi masa depan anak-anak di masa datang.
Aidil mengatakan pengelolaan keuangan dilakukan dengan empat fase dengan mendahulukan zakat sebagai kebutuhan utama. Bahkan dengan kesadaran tinggi, ia mulai mendermakan sebagian hartanya dari 2,5 persen menjadi lima persen.
" Tahapan rejeki telah dijamin Allah sejak dalam kandungan. Makan, minum dan kesehatan yang jika dikategorikan maka rezeki itu masuk ke rezeki primer atau rezeki terendah," ujar Aidil saat mengisi Talkshow Orang Tua Cerdas untuk Masa Depan Anak Festival Pasar Modal Syariah 2016 di gedung Bursa Efek Indonesia, Sabtu, 2 April 2016.
Tahapan-tahapan selanjutnya adalah rezeki datang dari usaha yang dilakukan setiap orang. Kemudian adapula rezeki yang telah dipersiapkan untuk orang-orang yang rajin bersyukur. Seperti yang sudah Allah tetapkan di dalam surat Ibrahim.
" Rejeki keempat itu dari arah yang tak terduga-duga dan telah disebutkan di surat Ath Thalaq. Seperti yang banyak diucapin Usad Yusuf Mansur, jadi banyakin saja sedekah," imbuhnya.
Selain soal rezeki, Aidil juga meningatkan untuk menyegerakan melunasi utang agar tak menghambat datangnya rezeki dari berbagai pintu.
Kemudian tahapan selanjutnya, Aidil baru menyarankan agar para orang tua mempersiapkan tabungan dan investasi untuk anak-anak mereka.
Menurutnya, berinvestasi menjadi hal yang tak bisa dihindari lagi. Mengingat mahalnya biaya pendidikan anak, terutama saat mereka harus menempuh pendidikan perguruan tinggi.
Aidil mencontohkan, untuk anak yang berusia di bawah tiga tahun membutuhkan setidaknya Rp 1,8 miliar-4 miliar untuk biaya pendidikan di bangku kuliah. Besarnya perkiraan biaya tersebut belum termasuk biaya selama sekolah dasar hingga SMA.
" Perencanaan keuangan syariah adalah KB yang paling ampuh. Karena biaya kuliah anak-anak yang sekarang mahal sekali. Yang paling penting persiapkan SD ke TK itu jaraknya dekat jadi harus dipersiapkan dari sekarang," kelekarnya.
Namun, saat biaya yang begitu tinggi mulai dipersiapkan dari sekarang, tidak akan menjadi terlalu mahal. Dimana setiap orang hanya perlu menyisihkan dana sekitar Rp.600 ribu hingga Rp. 800 ribu per bulan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?