Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, (Foto: Kemenkeu.go.id)
Dream – Sebagai bendaharanya dan pengelola uang negara, jabatan menteri keuangan, pastinya sangat bergengsi dalam sebuah kabinet. Namun tidak bagi Sri Mulyani Indrawati. Dia menegaskan dirinya adalah menteri pelayanan.
Dilansir dari laman kemenkeu.go.id, Rabu 11 Januari 2017, Sri Mulyan berpesan agar seluruh jajaran kementerian ini bisa melayani rakyat dan negara atas dasar kecintaan kepada Indonesia.
“ Saya adalah menteri pelayanan. Saya menjadi ketua dari Anda semua untuk bisa melayani negara ini, republik ini,ntuk melayani rakyat kita. Kita melakukan ini bukan karena terpaksa, tapi because you love this country so much,” ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan.
Mantan pejabat Bank Dunia ini mengatakan Kementerian Keuangan harus bisa membuat kebijakan yang growth friendly. Hal tersebut dapat dicapai dengan menggeser sumber pertumbuhan ekonomi dari konsumsi menjadi investasi.
Kemampuan Kementerian Keuangan dalam menyusun APBN yang akuntabel dan kredibel juga memiliki peranan penting. “ Kemampuan kita dalam mendesain belanja itu menjadi sangat penting,” kata dia.
Untuk mendukung hal tersebut, Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan melakukan reformasi dalam bidang perpajakan yang lebih komprehensif. Reformasi tersebut dilakukan melalui reformasi di bidang kebijakan dan reformasi di bidang administrasi.
Pada akhir arahan, Sri Mulyani berpesan kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan yang hadir agar memahami peran dari setiap pegawai Kementerian Keuangan yang sangat strategis.
“ Jangan pernah merasa Anda tidak penting, tetapi jangan pernah merasa Anda sok penting. Ini suatu kombinasi yang sangat sulit. Yang Anda lakukan ini adalah so important, tapi jangan pernah Anda merasa sok penting. Karena di situ letaknya humility dan pelayanan. Mungkin ini kurang keren, tetapi Anda adalah kepala pelayan, tetapi saya senang jabatan itu," kata dia. (Sah)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global