Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, (Foto: Kemenkeu.go.id)
Dream – Sebagai bendaharanya dan pengelola uang negara, jabatan menteri keuangan, pastinya sangat bergengsi dalam sebuah kabinet. Namun tidak bagi Sri Mulyani Indrawati. Dia menegaskan dirinya adalah menteri pelayanan.
Dilansir dari laman kemenkeu.go.id, Rabu 11 Januari 2017, Sri Mulyan berpesan agar seluruh jajaran kementerian ini bisa melayani rakyat dan negara atas dasar kecintaan kepada Indonesia.
“Saya adalah menteri pelayanan. Saya menjadi ketua dari Anda semua untuk bisa melayani negara ini, republik ini,ntuk melayani rakyat kita. Kita melakukan ini bukan karena terpaksa, tapi because you love this country so much,” ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Keuangan.
Mantan pejabat Bank Dunia ini mengatakan Kementerian Keuangan harus bisa membuat kebijakan yang growth friendly. Hal tersebut dapat dicapai dengan menggeser sumber pertumbuhan ekonomi dari konsumsi menjadi investasi.
Kemampuan Kementerian Keuangan dalam menyusun APBN yang akuntabel dan kredibel juga memiliki peranan penting. “Kemampuan kita dalam mendesain belanja itu menjadi sangat penting,” kata dia.
Untuk mendukung hal tersebut, Sri Mulyani mengatakan, Kementerian Keuangan melakukan reformasi dalam bidang perpajakan yang lebih komprehensif. Reformasi tersebut dilakukan melalui reformasi di bidang kebijakan dan reformasi di bidang administrasi.
Pada akhir arahan, Sri Mulyani berpesan kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan yang hadir agar memahami peran dari setiap pegawai Kementerian Keuangan yang sangat strategis.
“Jangan pernah merasa Anda tidak penting, tetapi jangan pernah merasa Anda sok penting. Ini suatu kombinasi yang sangat sulit. Yang Anda lakukan ini adalah so important, tapi jangan pernah Anda merasa sok penting. Karena di situ letaknya humility dan pelayanan. Mungkin ini kurang keren, tetapi Anda adalah kepala pelayan, tetapi saya senang jabatan itu," kata dia. (Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari