Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Dua Indeks Syariah Bersamaan Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Jumat 11 Agustus 2017.
Dream - Menguat selama tiga hari terakhir, indeks acuan saham syariah menutup perdagangan pekan ini justru dengan pelemahan. Meningkatnya aksi jual asing memberikan tekanan besar pada laju pasar modal Indonesia.
Menutup perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 2,040 poin (1,1%) ke level 183,400.
Sepanjang perdagangan ISSI tak mampu beranjak dari zona merah. Memulai sesi perdagangan dengan melemah di level 185,004, ISSI sempat menyentuh level terendah di 183,036.
Laju indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) bergerak serupa. Indeks JII merosot 10,484 poin (1,4%) ke level 738,255. Indeks ini sudah memerah di awal sesi dengan koreksi ke level 745,928.
Meski melemah, nilai transaksi perdagangan saham syariah justru mengalami kenaikan. Dari 44,64 juta saham yang diperdagangkan, nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 3,41 triliun.
Sayangnya, maraknya aksi jual beli itu diwarnai dengan nett sell asing yang melonjak tajam. Asing mencatat nett sell sebesar Rp 597 miliar.
Aksi jual saham investor paling marak terjadi di saham industri aneka, industri dasar, dan properti. Masing-masing indeksnya merosot 2,02 persen, 1,65 persen, dan 1,41 persen.
Hanya satu indeks sektoral yang memikat hati investor, yaitu indeks pertanian yang naik 0,16 persen.
Emiten-emiten keping biru syariah top gainer hari ini dihuni SSMS yang harga sahamnya naik Rp100, WSKT Rp30, dan ICBP Rp50.
Sebaliknya, emiten-emiten top loser adalah UNTR yang mengalami koreksi harga yang cukup tajam. Harga sahamnya turun Rp825, diikuti dengan UNVR yang turun Rp700, LPPF Rp375, TPIA Rp300, dan SMGR Rp225.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah cenderung melemah. Kursnya terhadap dolar AS turun 53 poin (0,4%) ke level Rp13.386 per dolar AS.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya