Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Malta Memposisikan Dirinya Sebagai Pusat Keuangan Syariah Di Uni Eropa. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebuah negara kepulauan di Eropa Selatan, Malta, diam-diam berambisi menjadi pusat keuangan syariah. Keinginan ini terlihat sejak enam tahun silam.
Dilansir dari Gulf Times, Kamis 16 November 2017, langkah Malta ini bisa membawa dua keuntungan bagi mereka, yaitu menjadi pusat keuangan di Eropa dan gampang diakses oleh negara-negara Afrika Utara dan Timur Tengah.
Sebenarnya, ketertarikan Malta terhadap keuangan syariah ini terjadi pada 2008 saat regulator keuangan Malta membuat panduan keuangan syariah. Panduan ini menjadikan Malta sebagai regulator pertama di Uni Eropa yang membuat guidance tentang keuangan syariah.
Pada tahun 2010, negara ini membuat aturan tentang sukuk dan tahun 2015 mereka meluncurkan indeks saham syariah di Malta Stock Exchange. Tujuannya untuk menarik minat investasi dari perusahaan Timur Tengah.
“ Malta memiliki minat terhadap daftar efek syariah dan ada pasar yang masih belum dimanfaatkan,” kata Direktur Komunikasi Brokerage Exante, Patrick O’Brien.
Dia berkata Malta juga menggalakkan sukuk. Mereka menerbitkan instrumen keuangan syariah untuk sumber pembiayaan dan investasi. Malta juga menawarkan pembiayaan syariah untuk industri maritim dan penerbangan.
O’Brien mengatakan Malta ingin menarik lebih banyak minat investor di keuangan syariah. Misalnya, mereka meluncurkan perbankan syariah dan perusahaan pengelolaan keuangan. Selain keuangan syariah, negara ini juga mempromosikan industri halal, seperti produk halal dan gaya hidup halal.
Dengan tenaga kerja terampil dan kewirausahaan, infrastruktur telekomunikasi dan pusat data yang komprehensif, Malta juga mempromosikan dirinya sebagai pusat pengembangan software keuangan dengan potensi untuk menarik pengusaha fintech Islam yang juga dapat menggunakan pulau ini sebagai batu loncatan ke pasar terdekat.
Sektor-sektor di fintech mencakup sistem pembayaran Islam karena meningkatnya permintaan global akan produk dan layanan perbankan syariah menciptakan peluang signifikan untuk produk kartu pembayaran yang sesuai dengan syariah, serta sistem pembayaran mobile dengan saluran transaksi syariah.
Malta juga bertujuan untuk membangun reputasi internasionalnya sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan untuk mendirikan lembaga pelatihan keuangan Islam dengan manfaat utama bahwa bahasa Inggris adalah salah satu bahasa resmi di pulau ini dan di semua institusi pendidikan tinggi.
(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
