Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiongkok Urung Membangun Kereta Cepat Di Amerika Serikat. (Sumber: Shanghaiist)
Dream - Sembilan bulan yang lalu, Tiongkok bersedia membantu perusahaan swasta Amerika Serikat, XpressWest, untuk membangun kereta cepat. Namun, komitmen itu tinggal kenangan.
Dilansir dari Shanghaiist, Senin 13 Juni 2016, XpressWest mengumumkan akan memutuskan hubungan kemitraan dengan China Railway International (CRI). Alasannya, CRI tak mampu memenuhi persyaratan yang diberikan oleh regulator dan tak bisa memenuhi target waktu yang dicanangkan pemerintah.
Sebenarnya, hengkangnya perusahaan Tiongkok dari proyek kereta cepat di Los Angeles-Las Vegas ini disebabkan oleh aturan pemerintah ketat. Regulator mengharuskan pembangunan kereta cepat itu harus dilakukan di Amerika Serikat. Masalahnya, di sana tak ada manufaktur kereta. Ini yang membuat XpressWest bertanya-tanya.
" Semuanya tahu tak ada manufaktur kereta cepat di Amerika Serikat. Persyaratan yang ketat ini menjadi kendala utama pembiayaan kereta cepat di negeri kami," kata XpressWest dalam Los Angeles Times.
Selama satu dekade, kata perusahaan itu, publik Amerika Serikat menunggu langkah otoritas untuk memberikan kesempatan perusahaan membangun kereta cepat. Perusahaan tersebut tentunya harus profesional dan mengutamakan keselamatan.
Sekadar informasi, Tiongkok terkenal agresif dalam membangun kereta cepat. Disebutkan bahwa Negeri Tirai Bambu ini telah membangun 19 ribu kilometer jalur kereta cepat. Memang, pada tahun 2011, dua rangkaian kereta cepat saling bertabrakan dan menewaskan 40 orang.
Dikatakan pula XpressWest kesulitan mencari pembiayaan untuk proyek kereta cepat selama bertahun-tahun. Setelah kunjungan Xi ke Amerika Serikat, diumumkan bahwa CRI berjanji akan membantu proyek kereta cepat senilai US$100 juta. Rencananya, proyek tersebut akan dimulai pada September 2016.
" Proyek pertama kereta cepat di Amerika Serikat ini menjadi landmark investasi luar negeri Tiongkok di sektor kereta api dan menjadi model kerja sama internasional," kata Ketua CRI, Yang Zhongmin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya