Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream – Saat menjalani wawancara kerja, salah satu pertanyaan yang pasti muncul adalah besaran gaji yang diharapkan. Tentu, kamu akan diminta menyebutkan berapa angka gaji yang diinginkan.
Biasanya, sebagian pelamar segera menyodorkan angka yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan. Sayangnya, tidak jarang perusahaan memberikan jawaban yang tak sesuai harapanmu.
Bisa jadi, perusahaan menolak angka yang kamu tawarkan. Mereka punya angka yang ternyata lebih kecil dari keinginanmu, bahkan di bawah batas upah wajar.
Supaya tidak mendapat gaji di bawah penawaran, ada empat hal yang harus diketahui saat menegosiasikan gaji. Jangan ragu untuk menyodorkan lebih besar daripada yang ditawarkan.
Yang pertama harus diingat adalah kamu “ berharga”, punya nilai pasar. Tidak masalah jika belum berpengalaman. “ Nilai” ini bisa dilihat dari latar belakang pendidikan, tempat tinggal, dan keterampilan.
Kedua, ketika ditanya besaran gaji yang diterima sebelumnya, jangan ragu menyebutkan angka yang lebih tinggi. Misalnya, di perusahaan lama kamu digaji Rp4 juta per bulan untuk posisi reporter dan tidak naik-naik selama 2 tahun.
Sementara itu, perusahaan membayar reporter baru sebesar Rp5 juta per bulan. Lalu, kamu bisa mengatakan ini kepada pewawancara, “ Saya mencari perusahaan yang menghargai karyawan existing seperti karyawan baru,” kata dia.
Ketiga, lakukan negosiasi ketika mendapat jawaban tidak dari perusahaan. 'Drama' negosiasi tidak akan muncul sebelum pewawancara mengatakan “ tidak”. Ini berarti negosiasi mentok.
Ketika kata tersebut terucap, inilah kesempatanmu menyampaikan pertanyaan 'kunci' yang bisa 'mengundang' pewawancara untuk berdiskusi masalah gaji.
“ Saya sangat senang dengan penawaran ini. Uang bukanlah segalanya. Saya juga tertarik dengan jenjang karier di sini. Tapi, bisakah Anda berbagi alasan mengapa perusahaan tak mau membayar sesuai dengan harga pasar untuk posisi ini?”
Yang keempat, kamu tidak akan mendapatkan apa yang ditawarkan, tetapi yang dinegosiasikan. Ibarat rumah, Sahabat Dream tidak bisa menjual dengan harga 100 persen dari harga beli 10 tahun lalu.
Rumah hanya bisa terjual jika harganya masuk akal dan sesuai dengan kesepakatan. Ini sama dengan gaji.
Sebaiknya kamu meriset dulu 'nilai' untuk mengisi posisi ini. Jangan lupa, pelajari apa yang menjadi kebutuhan perusahaan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya