Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Banpres untuk Pengusaha Mikro Tahun Ini Kembali Diajukan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 28 Januari 2021 17:14
Banpres untuk Pengusaha Mikro Tahun Ini Kembali Diajukan
Berapa jumlahnya?

Dream – Kementerian Koperasi dan UKM kembali mengajukan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk tahun ini. Bantuan ini diberikan agar pelaku usaha mikro bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19.

" Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan ke Kementerian Keuangan (@kemenkeuri) program Banpres Produktif Usaha Mikro di tahun 2021," tulis Kementerian Koperasi dan UKM di akun Instagramnya @kemenkopukm, Kamis 28 Januari 2021.

Usulan ini disampaikan oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VI DPR. Nominal anggaran dan jumlah penerimanya minimal sama dengan tahun 2020.

Nilai yang diajukan minimal sama dengan tahun 2020. Target penerimanya berjumlah 12 juta. Berdasarkan keterangan, penerima ini merupakan pelaku usaha mikro yang belum menerima BPUM pada 2020. Tambahan anggaran yang diajukan sebesar Rp28,8 triliun.

Sekadar informasi, pada 2020, jumlah BPUM yang telah disalurkan mencapai Rp28,8 triliun. Bantuan ini disalurkan kepada 12 juta pelaku usaha mikro.

Bantuan untuk pengusaha mikro kembali diajukan untuk tahun ini.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 2 halaman

Menkeu: Orang Kaya Dunia Borong Vaksin Covid-19

Dream - Upaya mengadakan vaksin Covid-19 tak hanya melibatkan Kementerian Kesehatan. Sebagai bendahara negara, Kementerian Keuangan juga turut sibuk mencari sumber vaksin yang bisa `ramah anggaran`.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah masih terus menegosiasikan harga vaksin Covid-19 yang ditawarkan sejumlah perusahaan luar negeri. Negosiasi menjadi alot karena banyak negara kaya memesan vaksin yang sama.

 

 

Tingginya permintaan kebutuhan vaksin dari berbagai negara di dunia membuat harga jualnya mengalami kenaikan signifikan.

" Orang-orang negara kaya memborong semua, dan orang-orang kaya di negara kaya mulai memborong sendiri," kata Srimulyahi dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR-RI, Rabu, 27 Januari 2021.

 

2 dari 2 halaman

Vaksin Sinovac CoronoVac

Menkeu mengakui terkejut dengan dinamika seputar harga vaksin Covid-19 di dunia. Meskipun dia menyadari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan vaksinasi yang tengah dibutuhkan negara akan menjadi tragedi moral dunia.

" Ini sudah disampaikan oleh WHO dalam peringatan bahwa vaksinasi Covid bisa jadi tragedi moral dunia," jelasnya.

Meski demikian, Menkeu memastikan para ahli dan Kemenkes terus melakukan perencanaan vaksinasi termasuk mempertimbangkan masalah harga yang melonjak tersebut.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar