Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Shutterstock
Dream - Siapa yang tak suka dengan rasa gurih dan lezat penyedap rasa. Perpaduan bahan masakan, bumbu, dan penyedap, berpadu sempurna dan menciptakan rasa umami.
Rasa nikmat gurih umami ini pada umumnya didapatkan dari Monosodium Glutamate atau dikenal MSG.
Banyak orang yang berpendapat bahwa MSG berbahaya bagi tubuh. Namun faktanya, jika dikonsumsi secara bijak dengan takaran yang pas, penyedap rasa baik-baik saja untuk tubuh.
Bahkan cita rasa umami yang dihasilkan MSG dapat mengontrol nafsu makan.

“ MSG ini merangsang produksi air liur yang membantu makanan masuk ke tenggorokan hingga pencernaan, jadi membantu pencernaan pada usus juga mengontrol nafsu makan,” jelas Ahmad Sulaeman, Guru Besar Keamanan Pangan IPB University dan Sekjen Pergizi Pangan, pada konferensi virtual Pergizi Pangan Benarkah Umami Menyebabkan Obesitas, Rabu 2 Februari 2022.
MSG sebenarnya adalah penyedap berbahan alami yang pada umumnya diolah dari rumput laut, tapioka, gula dan tebu melalui proses fermentasi.
Kandungan asam glutamatnya pun juga terkandung di beberapa bahan makanan seperti keju, acang kedelai hingga tomat.
" MSG zat gizi bukanlah zat kimia yang berbahaya. Pada makanan sehari-hari juga mengandung monosodium glutamat ini,” tambah Prof. Dr Ahmad.
MSG aman dikonsumsi dan tidak memicu penyakit asal digunakan sesuai dengan takaran yang tepat.
Sebenarnya, tidak ada standar pasti untuk penggunaan penyedap rasa makanan. Di tiap negara pun punya standar takaran yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan menetapkan dalam Permenkes 722/1988 tentang MSG disarankan hanya 4-6 gram MSG per hari.
" Sebenarnya tidak ada batasan khusus penggunaan MSG. Karena lidah setiap orang yang mengatur dan membatasi. Jadi tidak ada pembatasan pasti penggunaan MSG," tambah Prof. Dr Ahmad.
Berapa orang menganggap bahwa MSG menjadi penyebab kenaikan berat badan hingga obesitas. Namun faktanya belum ada penelitian ilmiah yang mengatakan hal demikian.

“ Berdasarkan penelitian, tidak ada yang menyebutkan bahwa MSG bisa meningkatkan berat badan seseorang," jelas Prof Dr Ir Hardinsyah MS, Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia dari IPB University, pada kesempatan yang sama.
Pada penelitian yang dilakukan di China, penggunaan MSG tidak terbukti bisa membuat orang obesitas. Penelitian lain pun dilakukan di Vietnam dan hasilnya juga sama. Mengonsumsi MSG tidak terbukti membuat kegemukan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya