5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Foto: Pixabay.com
Dream - Perang di masa modern tak hanya membuat korban jiwa. Perusahaan yang memiliki bisnis di negara yang berkonflik juga terkena imbasnya. Salah satu dialami Google cabang Rusia yang terpaksa mengajukan bangkrut ke pengadilan setempat.
Google mengajukan permohonan tersebut setelah Rusia melawan sekutunya dari negara barat dengan menyita bank milik Google.
" Google Rusia telah mengajukan kebangkrutan," jelas juru bicara Google dikutip dari laman Politico, Senin, 20 Juni 2022.
Menurut juru bicara tersebut, rekening bank Google Rusia sangat dibutuhkan perusahaan untuk membuat operasional kantor tetap berjalan, " Termasuk mempekerjakan dan membayar karyawan yang berbasis di Rusia, membayar pemasok dan vendor, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya," ucap juru bicara tersebut
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu telah mengajukan dokumennya ke Pengadilan Arbitrase Moskow pada 16 Juni 2022
Google adalah salah satu dari banyak perusahaan teknologi Barat yang telah menarik diri dari Rusia atau mengurangi aktivitasnya di sana. Sebagian karena sanksi Barat untuk Rusia dan sebagian lainnya karena tekanan dari pemerintah Ukraina untuk melakukan blokade digital atau menghentikan Rusia untuk mengakses layanan internet.
Melansir laman India Times, Google pun telah menghentikan sementara penjualan iklan dan sebagian besar operasi komersial lainnya di Rusia. Namun beberapa fungsi seperti Gmail, Maps, Android dan Play akan tetap tersedia untuk pengguna di Rusia.
Google dijatuhi denda sebesar US$260 ribu atau sekitar Rp3,85 miliar karena tak mau mengikuti aturan Rusia yang mewajibkan perusahaan untuk melokalisasi data penggunanya di data center Rusia.
Selain Google, pemerintah Rusia juga mendenda banyak perusahaan asing selama beberapa tahun ke belakang karena berbagai pelanggaran. Pemerintah Rusia pun dikritik karena memberlakukan aturan internet yang terlalu ketat.


Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?