Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Perusahaan mesin pencarian digital terpopuler di dunia, Google, serius membuktikan niatnya untuk menciptakan produk mobil tanpa pengemudi. Beberapa hari yang lalu, perusahaan yang berkedudukan di Amerika Serikat ini pun sudah merekrut seorang yang mumpuni untuk memimpin divisi driverless car-nya.
Ialah John Krafcik, mantan pimpinan situs perbandingan harga mobil TrueCar yang juga pernah bekerja di bagian pengembangan produk perusahaan otomotif ternama di Amerika, Ford. Selain itu, Krafcik juga pernah menjabat posisi CEO Hyundai Motors Amerika selama 10 tahun .
Google menganggap, produksi mobil tanpa pengemudi ini amat penting untuk dipercepat. Mengingat teknologi terbaru itu sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan perusahaan teknologi lain termasuk Apple Inc.
" Ini adalah kesempatan yang amat tepat untuk membantu Google mengembangkan potensi besar dari teknologi mobil tanpa pengemudi. Saya sendiri sudah tidak sabar untuk memulai pekerjaan ini," kata Krafcik pada akun Twitter-nya yang dikutip laman CNBC, Rabu, 15 September 2015.
Krafcik menambahkan, mobil tanpa pengemudi dalam memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.
" Mobil dengan teknologi tersebut mampu menyelamatkan ribuan nyawa, memberikan kesempatan mobilitas yang lebih mudah bagi masyarakat dan tentunya membebaskan kita dari hal-hal yang memusingkan selama mengemudi," imbuhnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google memang tengah mencobba untuk memperluas bidang usahanya. Pada awal 2015, perusahaan ini pun sudah mulai bekerjasama dengan beberapa perusahaan seperti Mountain View dan grup Alphabet untuk mengembangkan teknologi otomotif terbaru.
Juru bicara Google mengungkapkan, proyek pembuatan teknologi mobil tanpa pengemudi sendiri merupakan bagian dari Laboratorium Penelitian Rahasia Google yang bernama Google X. Dengan perekrutan John Krafcik sebagai CEO, bukan tidak mungkin ke depannya divisi driverless car akan menjadi unit yang otonom di luar Google X.
Menurutnya, Google pun telah mencoba tiruan kendaraan tersebut di beberapa jalan raya di California dan Austin, Texas. Meski perkembangan produksi teknologi ini belum dapat diprediksi, Google memastikan pihaknya tidak akan memproduksinya sendiri melainkan bekerjasama dengan perusahaan manufaktur lain. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya