Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Anjlok di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 15 Juni 2015 16:20
Indeks Syariah Anjlok di Awal Pekan
IHSG bahkan terpangkas 98,023 poin (1,99%) ke level 4.837,794

Dream - Tanpa dukungan sentimen positif yang muncul, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya tersungkur. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan terhempas hampir 2 persen.

Kondisi domestik yang tak kondusif serta bergugurannya indeks utama saham Asia membuat bursa saham nasional terpuruk di zona negatif.

Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Senin, 15 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 3,663 poin (2,30%) ke level 155,740.

Laju ISSI tersungkur melemahnya harga saham dari 162 emiten syariah. ISSI tak bisa berharap banyak dari menguatnya harga saham 30 emiten syariah dan 40 lainnya yang bergerak stagnan.

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,40 triliun dengan 30,12 miliar saham yang berpindahtangan.

Sepanjang perdagangan ISSI memang tak punya peluru untuk menembus zona hijau. Puncaknya, aksi jual jelang penutupan memaksa ISSI makin jatuh lebih dalam.

ISSI hanya mampu mencetak level tertinggi di 159,078 dan terendah di 155,740.

Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah. Hanya menyisakan satu emiten di zona hijau, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan melemah 17,620 poin (2,65%) ke level 648,038.

JII terseret pelemahan harga saham dari 27 emiten unggulan syariah. Sisanya, 2 emiten JII bertahan stagnan.

Motor penggerak JII seolah tak berdaya melawan aksi jual pelaku pasar. Terlihat dari penghuni top gainer yang dihuni saham-saham favorit investor.

Dipuncak top gainer terdapat emiten UNVR yang melemah Rp 925 per saham. Disusul AALI yang turun Rp 725, LPPF Rp 675, ICBP Rp 650, dan UNTR Rp 300 per saham.

Satu-satunya emiten yang masih diburu investor adalah SILO yang naik Rp 100 per saham.

Aksi jual saham memang tak bisa dihindari pelaku pasar yang tengah dilanda kepanikan. Lihat saja laju IHSG. Seharian di zona merah, IHSG menutup perdagangan dengan terjun bebas 98,023 poin (1,99%) ke level 4.837,794.

Transaksi jual beli di awal pekan ini terbilang minim dengan hanya mencetak nilai Rp 3,59 triliun. Dari jumlah tersebut, asing berupaya mengoleksi saham-saham murah dan mencetak nett buy Rp 5,95 miliar.

Emiten yang terserang aksi jual klaiimi berasal dari sektor properti yang turun 3,31 persen. Diikuti pertanian 3,10 persen, industri anake 2,91 persen, dan barang konsumsi 2,41 persen.

Beri Komentar