Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong.
Dream – Beberapa hari yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke India. Pertemuannya dengan 20 CEO perusahaan terkemuka di dunia ini menghasilkan beberapa hal.
Salah satunya adalah kerja sama di sektor farmasi. Dikatakan, sejumlah perusahaan farmasi asal India sepakat tentang rencana investasi pendirian pabrik bahan baku obat senilai US$135 juta atau Rp1,7 triliun.
“ Yang cukup konkret di sektor farmasi. Sudah ada beberapa yang akan membangun pabrik bahan baku obat mulai dengan investasi kira-kira US$35 juta (Rp484,84 miliar) di tahap pertama dan US$100 juta (Rp1,32 triliun) di tahap kedua,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong, di New Delhi, dilansir dari bkpm.go.id, Rabu 14 Desember 2016.
Thomas mengatakan sektor farmasi ini fokus pada modal kolaborasi sehingga tidak hanya bisa linear satu arah. Indonesia pun berpeluang untuk menanamkan modalnya ke sana.
“ Jadi, (investasi) tidak hanya linear dari India investasi ke Indonesia. Ada kemungkinan kita investasi ke India,” kata dia.
Mantan menteri perdagangan itu mengatakan kolaborasi atau kerja sama di bidang farmasi ini juga bisa memungkinkan harga yang lebih murah. (Ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele