Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Investor lokal sepertinya kehabisan amunisi untuk melakukan aksi beli saham. Dengan kondisi regional yang didominasi koreksi dan aksi beli asing yang turun tajam, bursa saham syariah menutup perdagangan di zona negatif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 11 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,341 poin (0,19%) ke level 180,006.
Indeks bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga kembali longsor 2,951 poin (0,39%) ke level 751,878.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini memang cukup tinggi. Dengan 103,48 miliar saham yang berpindahtangan, nilai transaksi jual beli mencapai Rp 5,04 triliun. Namun seperti aksi jual lebih mendominasi transaksi perdagangan.
Sebanyak 81 emiten syariah berhasil bertahan di zona positif sementara 108 lainnya tak sanggup melawan tren pelemahan.
Di jajaran saham keping biru syariah, hanya bertahan 8 emiten di zona hijau.
Sebagian besar indeks sektoral memang ditutup melemah. Namun indeks barang konsumsi dan properti masih diburu investor dengan menguat 1,18 persen dan 1,16 persen.
Saham pertambangan yang kemarin menguat, hari ini justru terseret aksi jual dengan melemah 1,56 persen. Diikuti industri aneka 0,93 persen dan infrastruktur yang turun 0,86 persen.
Top losser indeks saham bluechips kali ini dihuni ITNP yang turun Rp 625. Diikuti SMGR Rp 325, LPPF Rp 200, PTBA Rp 150, dan PTPP Rp 140 per saham.
Sementara di jajaran top gainer indeks JII bertengger saham-saham seperti UNVR yang naik Rp 375, UNTR Rp 150, SMRA Rp 125, AALI Rp 75, dan BSDE Rp 60 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah terhadap dolar AS masih terus bergerak naik. Sore ini rupiah naik tipis 3 poin (0,04%) menjadi 13.100 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya