Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Jakarta Fashion Week 2016 (Dream/Idho)
Dream - Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah di depan mata. Inilah saat industri di Indonesia bersaing dengan seluruh industri di negara-negara ASEAN. Begitupun dengan industri fesyen nasional.
Direktur Jakarta Fashion Week Lenny Tedja menilai, MEA merupakan gebrakan di industri fesyen tanah air. Namun, bukan sesuatu yang harus ditakuti melainkan saat para pekerja di industri fesyen tanah air untuk bekerja lebih keras.
" Ini saatnya kita bekerja lebih keras dan lebih gencar lagi dibandingkan dengan negara-negara tetangga," ujar Lenny di sela acara JFW 2016, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2015.
Menurut Lenny, industri fesyen Indonesia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan industri fesyen negara ASEAN lain. " Kita didukung kreativitas anak-anak muda kita, desainer kita kreatif luar biasa, kita menang untuk kain, heritage kita bagus," ungkapnya.
Namun, lanjut Lenny, para pekerja fesyen nasional tidak boleh terlena. Pasalnya, ada beberapa negara di ASEAN yang perlu diwaspadai. Seperti Thailand, Lenny menyebutkan industri fesyen di negara Gajah Putih itu bukan hanya menjadi pesaing dari segi kualitas, melainkan harga.
" Saingan terberat itu Thailand, karena harganya yang tidak berbeda jauh dari negara kita. Kalau di luar ASEAN, Jepang juga bagus, cuma harganya lebih tinggi. Korea juga sama dengan Thailand," ungkapnya.
Meski demikian, dengan kekuatan kreativitas dan bahan baku ini, Lenny optimis industri fesyen nasional mampu bersaing dengan negara jirannya. " Akhirnya judgment ada di buyer, yang bisa membuktikan kalau kita lebih bagus," tegasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya