Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah mantap melaju di zona hijau. Aksi beli asing dari sesi siang hingga penutupan membuat ISSI dan JII melonjak tajam.
Saham-saham di sektor industri dasar dan properti menjadi buruan investor sebelum libur akhir pekan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mengut 2,040 poin (1,41%) ke level 147,008.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) jga ditutup menguat 8,903 poin (1,46%) ke level 620,242.
Kedua indeks saham syariah bergerak mantap di zona hijau sepanjang perdagangan. ISSI bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 147,841.
Transaksi jual beli saham syariah terbilang ramai dengan mencetak nilai Rp 4,59 triliun. Investor memperdagangkan 47,06 miliar saham.
Aksi beli pelaku pasar mendorong 140 emiten syariah ke zona positif. Sebanyak 20 diantaranya merupakan saham -saham unggulan syariah.
Top gainer indeks JII kali ini dihuni saham INTP yang menguat Rp 1.325 per saham. Disusul LPPF yang naik Rp 375, SILO Rp 300, ICBP Rp 275, dan UNVR Rp 175 per saham.
Sebaliknya, saham AALI yang kemarin bergerak naik justru terserang aksi jual. Anak perusahaan Astra International ini turun Rp 725 per saham. Top losser lainnya dihuni AKRA yang melemah Rp 125, MPPA Rp 70, ITMG Rp 50, dan JSMR Rp 50 per saham.
Turunnya indeks sektor perkebunan, juga tak membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak turun. IHSG justru ditutup menguat 68,584 (1,54%) ke level 4.653,146.
Lantai bursa jelang liburan kali ini berhasil menghimpun dana investor sekitar Rp 6,54 triliun. Investor asing yang pagi tadi melakukan aksi jual justru berbalik arah. Asing mencetak nett buy hingga Rp 400 miliar.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah bergerak menguat di tengah pelemahan mata uang negara-negara Asia. Rupiah naik 18 poin (0,13%) ke level 13.622 per dollar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya