Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Indonesia Menyebut Keuangan Syariah Akan Dibahas Di Pertemuan Bank Dunia Dan IMF. (Foto: Dream.co.id
Dream – Pertemuan International Monetary Fund Word Bank (IMF-WB) kurang dari satu bulan lagi akan digelr di Bali pada Oktober 2018 mendatang. Di forum yang dihadiri 189 gubernur bank sentral dan menteri keuangan dunia itu, isu tentang keuangan syariah akan menjadi salah satu topik pembahasan.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori mengatakan, isu keuangan syariah yang berdampak pada aspek sosial seperti seperti zakat, infak, sedekah dan shodaqoh akan menjadi salah satu pembahasan.
" Di Bali kita akan mainstreaming Islamic Social Finance," kata Anwar di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, ditulis Jumat 14 September 2018.
Menurut Anwar, Indonesia akan berusaha menjadi insiator mengenai aturan wakaf yang bisa digunakan secara global. Bank sentral di Tanah Air itu juga akan mengajak serta Badan Wakaf Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, BI juga akan membahas bentuk produk wakaf yang bisa dihubungkan dengan instrumen keuangan syariah seperti sukuk.
" Di 14 oktober, Bank Indonesia (BI), IDB, WB, dan PBB akan melakukan high level discussion dan launching wakaf principle," kata Anwar.
Meski demikian, rencana wakaf yang terhubung dengan sukuk masih dalam tahap perencanaan. Pembahasan mengenai hal itu dilakukan BI bersama Dewan Syariah Nasional, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
" Sudah banyak pihak yang kompeten bersama OJK untuk mengelola islamic social finance secara profesional," kata dia.(Sah)
Dream - Bank Indonesia (BI) tak hanya mendorong pertumbuhan keuangan syariah, tetapi juga ekonomi syariah. Bank sentral ini mengakui ekonomi syariah merupakan hal utama dalam menumbuhkan keuangan syariah.
Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan keuangan syariah mulai dikembangkan sejak tahun 1990. Namun, pertumbuhan keuangan syariah hingga saat ini belum tumbuh signifikan. Pasar keuangan syariah belum juga beranjak dari angka 5 persen dari total aset perbankan nasional.
Merujuk pencapaian tersebut, BI menilai faktor penting dalam menumbuhkan keuangan syariah adalah dengan menggerakan perekonomian yang syariah.
" Ternyata sulit mengembangkan kue keuangan kalau tidak mengembangkan kue ekonomi," kata Perry dalam acara " Masa Depan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia" di Jakarta, Rabu 22 November 2017.
BI, lanjut Perry, menggandeng Otorita Jasa Keuangan (OJK) dan pemangku kepentingan lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Salah satunya, bekerja sama dengan pesantren untuk memberdayakan ekonomi di pesantren.
Pesantren, lanjutnya, bisa menjadi wadah untuk memberikan edukasi keuangan syariah di samping memberdayakan ekonomi masyarakatnya.
" Lalu ada juga kampanye (ekonomi syariah) yang akan men-scale up (meningkatkan skala) kegiatan ekonomi dan keuangan syariah," kata dia.
(Sah)
Dream - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sangat heran karena Indonesia belum siap menjadi pusat keuangan syariah dunia. Padahal, negeri ini punya potensi sangat besar untuk meraih mimpi itu.
" Ada lima area penting (yang harus diperhatikan) jika Indonesia ingin menjadi pusat keuangan syariah," kata Muliaman dalam seminar 'Masa Depan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia' di Jakarta, Rabu, 22 November 2017.
Muliaman mengatakan, area pertama adalah keyakinan Indonesia memiliki perekonomian yang baik. Ini ditunjukkan dengan kondisi yang stabil serta regulasi yang mendukung pertumbuhan perekonomian.
" Yang ke dua, kita harus punya keyakinan bahwa Indonesia memiliki sumber human capital resource yang baik," kata dia.
Area ke tiga, sektor infrastruktur keuangan dan teknologi perlu mendapat perhatian lebih besar lagi. Sementara area ke empat, pasar keuangan syariah di Indonesia harus digali lebih dalam lagi.
Sedangkan area ke lima, Indonesia memiliki reputasi yang baik. Keramahan masyarakat Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia.
" Kalau kelimanya didorong, keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai Islamic financial center bisa tercapai," kata Muliaman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya