Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sephora Memmecat Ribuan Karyawannya Melalui Telekonferensi. (Foto: Shutterstock)
Dream – Setelah menutup toko-tokonya di Amerika Serikat bulan lalu, Sephora merumahkan lebih dari 3 ribu karyawannya yang bekerja dalam jangka waktu pendek dan jam kerja terbatas. Hal ini diumumkan oleh perusahaan di situsnya.
Dikutip dari Business Insider, Senin 6 April 2020, Sephora mempekerjakan hampir 13 ribu karyawan toko di Amerika Serikat.
Presiden dan CEO Sephora, Jean Andre Rougeot, menyebut ada lebih dari 9 ribu karyawan toko yang tetap bekerja di Negeri Paman Sam. Mereka akan dibayar berdasarkan jam kerja rata-rata.
Ribuan karyawan ini juga akan menerima manfaat kesehatan yang ada hingga akhir Mei 2020 atau sampai toko dibuka kembali.
“ Di Amerika Serikat, kami membuat keputusan sulit untuk melepaskan sebagian dari karyawan paruh waktu dan musiman. Kami percaya tindakan ini dilakukan bersama-sama akan mendukung kesehatan jangka panjang dari bisnis kami, melindungi karyawan, dan kemampuan untuk membuka kembali toko ketika saatnya tiba,” kata Rougeot.
Salah seorang karyawan yang terkena PHK, Brittney Coorpender, mengatakan dia mendapatkan pemecatan melalui call conference. Sekadar informasi, Coorpender bekerja sebagai konsultan perawatan kulit di Sephora California.
Wanita yang bekerja 1,5 tahun ini mendapatkan penilaian dari manajer distrik, lalu mendapatkan conference call sekitar 10 menit. Dikabarkan, ada ribuan karyawang dipecat.
“ Kamu bisa mendengar semua orang benar-benar menangis. Saya menutup telepon begitu mendengar ada yang orang yang menangis. Saya tak bisa menerimanya. Saya sendiri menangis,” kata dia.
Pengalaman ini dibagikan di Twitter. Cuitan Coorpender mendapatkan 7 ribu cuitan dalam kurun waktu 24 jam.
Sephora menyebut karyawan yang dipecat mendapatkan pesangon dan diberikan dukungan, termasuk koordinasi dengan perusahaan yang menyediakan layanan penting dan yang sedang membuka lowongan.
" Semua telah ditawarkan pesangon dan diberikan sumber daya dukungan, termasuk koordinasi dengan perusahaan yang menyediakan layanan penting dan mungkin sedang merekrut saat ini," kata Sephora dalam sebuah pernyataan.
" Ini adalah harapan tulus kami bahwa kami dapat membawa karyawan ini kembali menjadi staf dalam waktu dekat.”
Rougeot mengumumkan dalam email kepada pembeli pada 16 Maret bahwa perusahaan akan menutup semua tokonya di AS dan Kanada hingga 3 April.
Pada saat itu, Rougeot menulis bahwa semua karyawan akan " terus menerima gaji pokok mereka untuk shift yang dijadwalkan."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya