Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pos Indonesia Mengerahkan 21 Ribu Bantuan Untuk Mendistribusikan BST Dari Kementerian Sosial. (Foto: Shutterstock)
Dream – PT Pos Indonesia (Persero) menyampaikan kesiapannya menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp12 triliun yang akan diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) kepada 10 juta Keluarga Penerima Manfaat di seluruh Indonesia. BUMN ini telah mempersiapkan 21 ribu pegawai untuk program tersebut.
BST merupakan wujud jaring pengaman sosial khususnya kepada masyarakat kurang mampu untuk mengatasi krisis sosial ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Untuk menjalankan program tersebut, Kemensos kembali menggandeng PT Pos Indonesia (Persero).
Dikutip dari keterangan tertulis Pos Indonesia, Senin 4 Januari 2021, pada 2021, program BST mulai dilaksanakan pada Januari 2021 untuk periode sampai April 2021. Program ini akan menyasar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Indeks bantuan yang diberikan senilai Rp300 ribu per KPM. Total anggarannya mencapai Rp12 triliun.
“ Sebanyak 21 ribu pegawai Pos se-Indonesia siap menyalurkan program BST 2021,” kata Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, dalam apel kesiapan kerja 2021.
Sekadar informasi, Pos Indonesia Pada 2020 berhasil menyalurkan bantuan tunai hingga 97,14 persen. Pos Indonesia yang punya semboyan Bersatu Dan Bangkit berusaha mencapai penyaluran 100 persen sesuai target Kemensos.
Untuk menyukseskan penyaluran BST 2021, Pos Indonesia menerapkan tiga poin utama, yaitu perencanaan (semua tim BST di tingkat Kantor Pusat, Regional, Kantor Pos, melakukan konsolidasi internal dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait), pelaksanaan (menyusun persiapan penyaluran detail dan pengawalan pelaksanaan), serta pascapelaksanaan (melaporkan seluruh kegiatan dan pertanggungan keuangan secara tertib dan akuntabel).
Penyaluran BST ini juga menjadi kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“ Kami yakin dan percaya, dengan semangat dan kompetensi yang kita miliki serta didukung dengan doa seluruh jajajaran, InshaAllah amanah ini bisa kita jalankan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan harapan stakeholders ,” kata dia.(sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya