Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Penjualan Sukuk Global Diprediksi Turun Karena Kenaikan Suku Bunga The Fed.
Dream – Analis memprediksi penjualan surat utang syariah, sukuk, di dunia akan melambat pada tahun ini setelah mengalami rebound dalam lima tahun terakhir. Penurunan penjualan instrumen keuangan syariah ini diakibatkan oleh tingginya suku bunga The Fed dan perekonomian dunia yang diprediksi melemah.
Dilansir dari The Star, Jumat 6 Januari 2016, Head of Financial Market di RHB Investment, Angus Salim Amaran, mengatakan penerbitan sukuk akan jatuh di angka US$35 miliar-US$40 miliar (Rp466,82 triliun-Rp533,5 triliun) pada tahun ini. Padahal, tahun 2016, penjualan sukuk naik 24 persen menjadi US$44,1 miliar (Rp588,19 triliun).
“ Penjualan sukuk akan tumbuh flat pada tahun 2017,” kata Salim.
Dia mengatakan bahwa penyebabnya tak lain adalah kenaikan suku bunga The Fed yang terjadi pada Desember 2016. Sekadar informasi, kala itu, suku bunga bank sentral Amerika Serikat ini naik 25 basis poin dari 0,50 persen menjadi 0,75 persen. Tantangan dari perekonomian global juga menambah ketidakpastian untuk penjualan sukuk.
Outlook sukuk global ini lesu di tengah prospek melemahnya pertumbuhan ekonomi di Malaysia dan Timur Tengah. Dua kawasan ini memang berperan penting dalam pertumbuhan sukuk di mana kedua negara ini memegang porsi 2/3 dari sukuk global yang total nilainya US$328 miliar (Rp4.374,77 triliun).
Saat yang sama, biaya pinjaman meningkat karena Fed menaikkan suku bunganya dan ada pengetatan anggaran pada tahun ini. Belum lagi ada kekhawatiran suku bunga The Fed akan kembali naik.
“ Volatilitas pasar, kebijakan suku bunga The Fed, dan penangguhan belanja modal akan membebani penjualan sukuk,” kata Deputi CEO CIMB Islam, Mohamad Safri Shahul Hamid.(Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
