Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Cara Baru Yang Dilakukan Oleh Perekrut Untuk Mengundang Kandidat Untuk Interview Kerja.
Dream – Ketika kamu akan melamar pekerjaan baru, jangan terkejut jika perekrut akan menghubungimu dengan SMS. Ini mungkin terdengar seperti penipuan, tapi panggilan interview via SMS menjadi salah satu cara untuk merekrut kandidat.
“ Saya tidak terkejut, setidaknya ini adalah hal yang umum,” kata pakar karier di TopResume, Amanda Augustine, kepada CNBC dikutip Dream, Senin 26 Maret 2018.
Augustine menjelaskan, saat ini waktu adalah uang bagi perekrut yang dibayar untuk mencari kandidat dengan cepat. Berkomunikasi via SMS menjadi hal yang lebih efektif daripada telepon. Dia mengatakan menelepon kandidat hanya akan membuang waktu perekrut.
Sementara itu, CEO Canvas — platform interview dengan SMS, Aman Brar, mengaku meluncurkan platform ini pada 2017. Brar berpikir cara ini bisa menjadi cara untuk menghubungkan kandidat dengan perekrut untuk interview.
“ Ketika kamu sedang berbicara dengan teman atau keluarga, kamu sering mengirimkan pesan,” kata dia.
Berdasarkan polling Gallup, mengirim dan menerima SMS menjadi cara komunikasi yang umum dilakukan oleh orang-orang Amerika berusia di bawah 50 tahun. Brar mengatakan cara follow up kandidat dengan SMS menjadi cara yang berkesan selama proses perekrutan.
Salah satu perusahaan yang menggunakan jasa Canvas adalah OpenTable. Perusahaan ini mengakui menindaklanjuti kandidat dengan SMS membuat perusahaannya menemukan orang yang tepat untuk dijadikan kandidat.
Tidak seperti percakapan via telepon, tak jarang transkrip percakapan via SMS menunjukkan kandidat lama merespon dan banyak yang kehilangan minat.
“ Ini menjadi tes bagi kami untuk menjadi solusi bagi kami untuk menemukan orang yang tepat,” kata OpenTable SVP, Scott Day.
Cara follow up ini juga mengizinkan OpenTable untuk memberikan gambaran budaya perusahaan melalui video atau gambar. Dia juga mengakui cara ini terkesan aneh bagi para pencari kerja. Namun OpenTable masih memberlakukan cara telepon untuk memfollow up kandidat.
“ Cara ini sudah kami mulai setahun yang lalu,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya