Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Target Penerimaan RI Tahun Depan Rp1.776,6 Triliun, Pajak Jadi Tumpuan
Dream - Pemerintah menargetkan penerimaan negara di tahun 2020 bakal mencapai Rp1.776,6 triliun. Porsi pendapatan terbesar diharapkan berasal dari penerimaan perpajakan.
RAPBN 2021 menargetkan penerimaan perpajakan tahun depan bakal mencapai Rp1.481,9 triliun. Sementara dari no-pajak ditargetkan sebesar Rp293,5 triliun.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Penyampaian Rancangan APBN 2021 dan Nota Keuangan di Sidang Paripurna DPR, Jumat, 14 Agustus 2020 mengatakan pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya perluasan basis pajak serta perbaikan tata kelola dan administrasi perpajakan untuk meningkatkan dan menggali sumber-sumber penerimaan yang potensial.
Jokowi juga akan mengandalkan penerimaan negara tahun 2021 dengan penerapan omnibus law perpajakan dan pemberian berbagai insentif perpajakan. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi dan daya saing nasional, mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, serta memacu transformasi ekonomi.
" Di sisi cukai, akan dilakukan pengembangan sistem pengawasan cukai terintegrasi, serta ekstensifikasi cukai untuk mengendalikan eksternalitas negatif," ujarnya.
Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP pemerintah akan meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan, inovasi layanan, perluasan objek audit bersama. Perencanaan lifting migas juga diharapkan berjalan dengan efektif, serta efisiensi biaya operasi migas.
Untuk mendukung penerimaan tersebut, pemerintah juga akan melakukan perbaikan proses perencanaan dan pelaporan dengan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi.

Dream - Presiden Joko Widodo menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan berada di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen. Target ini dibuat di tengah kondisi perekonomian dunia dan domestik yang dihantui pandemik Covid-19.
" Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5 persen-5,5 persen," ujar Jokowi saat dalam pidato RAPBN 2021, Jumat 14 Agustus 2020.
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia itu dibuat dengan sumbangan dari peningkatan konsumsi domestik. Serta investasi akan menjadi motor penggerak utama.
" Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen untuk mendukung daya beli masyarakat," kata Jokowi.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.600 per dolar AS. Sementara suku bunga Surat Berharga Negara 10 tahun diprediksi sekitara 7,25 persen.
Sementara, harga minyak mentah Indonesia diprediksi berada di kisaran US$45 per barel. Sementara lifting minyak dan gas bumi ditargetkan masing-masing 705.000 barel serta 1.007.000 barel setara minyak per hari.
" Dalam RAPBN tahun 2021 defisit anggaran direncanakan sekitar 5,5 persen dari PDB atau sebesar Rp971,2 triliun," kata Jokowi.
Asumsi defisit ini, kata Jokowi, lebih rendah dibandingkan tahun 2020 sekitar 6,34 persen dari PDB. " Atau sebesar Rp1.039,2 triliun," terang Jokowi.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya