Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (www.playbuzz.com)
Dream - Menghabiskan waktu secara berkualitas, seperti makan atau menonton bioskop bersama, terbukti sangat penting bagi keluarga untuk menciptakan ikatan kekeluargaan yang kuat.
Namun, karena tekanan dalam kehidupan dunia modern, satu dari dua orang yang ditemukan tidak mampu menghabiskan waktu bersama keluarga secara berkualitas. Hal ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dipublikasikan oleh Centrepoint, yang dikutip dari Gulf News, Sabtu, 9 Mei 2015.
Centrepoint, sebuah perusahaan ritel busana keluarga di UEA, baru-baru ini membuat jajak pendapat terhadap warga UEA. Jajak pendapat itu dibuat untuk mengetahui berapa lama warga UEA menghabiskan waktu bersama suami, istri atau anak-anak mereka di luar jam kerja.
Hasilnya, sebanyak hampir setengah atau 46 persen mengatakan mereka tidak bisa melakukan aktivitas bersama keluarga bahkan meski itu hanya satu jam setiap harinya.
Sementara mayoritas atau 74 persen mengatakan mereka menghabiskan waktu bersama keluarga selama tiga jam sehari. Namun, sebagian besar mengatakan hanya kurang dari satu jam dari waktu yang berkualitas itu terganggu.
Responden lain, sekitar 72 persen, mengaku tidak bisa bersama keluarga karena terlalu sibuk bekerja atau lebih suka bermain gadget di rumah. Sedangkan 4 persen mengatakan jarak tempat tinggal dengan kantor yang jauh yang menyebabkan mereka kurang memiliki waktu berkualitas bersama keluarga.
" Responden mengatakan pekerjaan sebagai alasan utama mereka tidak mampu menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga. Banyak orang di wilayah ini memiliki jam kerja yang sangat lama, dan tidak semua orang dapat berkomitmen untuk menghabiskan berjam-jam dengan keluarga mereka setiap hari," kata Vinod Talreja, direktur Centrepoint.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya