Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Berpuasa atau tidak, banyak orang yang menguras dompetnya lebih dari biasanya sepanjang Bulan Suci Ramadan.
Survei YouGov terhadap masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) menunjukan 6 dari 10 orang atau 60 persen penduduk menghabiskan uang lebih banyak di bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lain dalam setahun.
Mayoritas masyarakat mengaku banyak menghabiskan uang untuk bahan makanan. Sementara 47 persen konsumen juga ikut menguras dompetnya untuk membeli pakaian.
Para peneliti juga menemukan adanya peningkatan tagihan rumah tangga yang dialami 20 persen konsumen.
Meningkatnya uang belanja masyarakat ini tak lepas dari berbagai penawaran yang banyak dilakukan pebisnis, hotel, dan peritel selama Ramadan.
Banyak juga rumah tangga yang mengeluarkan uang lebih banyak untuk kegiatan sosial atau membeli makanan berbuka yang lebih banyak.
" Konsumen terpicu untuk menghabiskan uang lebih banyak pada makanan karena mereka mau mencoba beragam menu saat berbuka. Sebuah keluarga juga membagikan makanan di antara mereka, teman," kata CEO dari Al Bustan Centre and Residence, Moussa EL Hayek seperti dikutip laman gulfnews, Kamis, 25 Juni 2015.
Preet Bhambri, pendiri situs pengatur keuangan MoneyCamel.com menilai banyak masyarakat yang sengaja mempersiapkan makanan lebih banyak untuk berbuka dan sedekah.
Pada akhir Puasa, masyarakat juga akan menghabiskan lebih banyak uang untuk membeli hadiah.
" Di luar alasan ini, beberapa orang memang tergoda dengan promosi dan paket penjual yang berakhir pada anggaran belanja yang lebih besar dari rencana," kata Preeti.
Disinggung darimana uang tambahan belanja berasal, survei YouGov menemukan 79 persen masyarakat rela merogoh uang simpanannya. Sementara 14 persen lainnya memilih menggunakan kartu kredit.
Kebiasaan lain yang ditemukan dari survei YouGov adalah masyarakat biasanya berbelanja setelah berbuka puasa. Bahkan pada bulan ini, mereka bisa mengunjungi pusat perbelanjaan dua kali dari sepekan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya