Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengemudi Gojek Sedang Menanti Penumpang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ambisi perintis usaha ojek online Indonesia, Gojek, untuk melebarkan sayap ke Filipina menghadapi tantangan. Regulator transportasi Filipina menolak PT Karya Anak Bangsa (Gojek) rencana Gojek yang ingin meluncurkan jasa transportasi di negara tersebut.
Otoritas setempat beralasan keinginan Gojek terganjal aturan kepemilikan asing.
Larangan ini bisa menghambat Gojek menjadi perusahaan penyedia jasa transportasi terbesar di Asia Tenggara. Sekadar informasi, pasar ini dikuasai oleh rivalnya, Grab.
Ketua Otoritas Transportasi Darat Filipina, Martin Delgra, Dikutip dari Channel News Asia, Rabu 9 Januari 2019 menyatakan instansinya menolak permintaan anak usaha Gojek, Velox Technology Philippines karena dinilai tak memenuhi syarat kepemilikan lokal.
“ Aplikasi pengajuan tak sesuai dengan aturan kami,” kata Delgra.
Regulasi Filipina membatasi kepemilikan asing hingga 40 persen untuk industri tertentu. Saat ini, Grab menjadi penyedia transportasi online terbesar di Filipina.
Delgra mengatakan Grab patuh terhadap regulasi di negara itu. Melalui anak usaha lokalnya, MyTaxi, Grab mematuhi ketentuan yang diminta dalam regulasi Filipina. Sedangkan Velox sampai saat ini masih dikuasai sepenuhnya oleh Gojek.
“ Kalau mereka ingin mengajukan banding, itu adalah pilihan mereka,” kata dia.(Sah)
Menanggapi itu, juru bicara Gojek mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Pihaknya terus terlibat secara positif dengan Otoritas Transportasi Darat dan lembaga pemerintah lainnya.
“ Kami berusaha untuk memberikan solusi transportasi yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat Filipina,” juru bicara.
Sekadar informasi, Gojek memulai bisnisnya sejak 2010 di Jakarta. Kini, perusahaan yang dirintis Nadiem Makarim ini naik kelas, dari ojek online hingga beragam layanan yang ditawarkan. Misalnya, pemesanan makanan online hingga layanan pijat.
Perusahaan ini menggelontorkan dana US$500 juta (Rp7,08 triliun) untuk ekspansi ke Vietnam, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya