Konsep 4 Sehat 5 Sempurna Tak Berlaku Lagi, Ini Gantinya

Reporter : Gladys Velonia
Selasa, 12 Desember 2017 15:15
Konsep 4 Sehat 5 Sempurna Tak Berlaku Lagi, Ini Gantinya
Pedoman tersebut telah mengalami pembaharuan dan penyempurnaan oleh Kementerian Kesehatan. Sudah tahu gantinya?

Dream - Terkait pedoman gizi, konsep makan empat sehat lima sempurna sudah melekat di otak masyarakat Indonesia. Pedoman yang dikembangkan oleh Prof. Poorwo Soedarmo, yang dikenal sebagai bapak gizi Indonesia di tahun 1960-an, itu kini dipandang sudah tidak relevan lagi.

Hal tersebut didasari oleh ditemukannya perubahan pola makan dan penyakit pada masyarakat Indonesia saat ini. Pedoman tersebut telah mengalami pembaharuan dan penyempurnaan di 2014 oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

" Pedoman Gizi Seimbang atau yang biasa disebut PGS menjadi asumsi dasar diet yang baik, yaitu makanan harus bervariasi, seimbang, dan jumlah yang cukup," ujar Asih Setiarini, seorang doktor gizi medik, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, di Depok, Jawa Barat.

Dalam PGS terdapat 4 pilar mengenai pedoman gizi seimbang yang harus dipenuhi sehari-hari. Keempat pilar itu digambarkan dalam bentuk Tumpeng Gizi Seimbang dan Piring Makanku.

Dalam Tumpeng Gizi Seimbang, makanan pokok berada di urutan terbawah dengan porsi yang paling besar, yakni tiga sampai empat porsi dalam sehari. Di lapisan ke dua, terdapat sayur yang harus dikonsumsi tiga sampai empat porsi dan buah yang harus dikonsumsi dua sampai tiga porsi.

Di lapisan ketiga, terdapat lauk pauk yang harus dikonsumsi dua hingga empat porsi. Dan lapisan terakhir berisi pedoman penggunaan garam, gula, dan minyak dalam sehari.

" Selain makan-makanan bergizi, penggunaan gula, garam, dan minyak dalam sehari-hari juga harus dibatasi. Gula dalam sehari hanya boleh empat sendok makan, garam hanya satu sendok teh, dan minyak hanya lima sendok makan," jelas Asih.

Satu hal yang tak boleh terlewatkan ialah konsumsi delapan gelas air mineral, berolahraga secara rutin lima kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit, dan menjaga kesehatan. Jika Sahabat Dream bingung menerapkan Tumpeng Gizi Seimbang, Asih menegaskan pedoman Piring Makanku lebih mudah untuk diterapkan.

 Piring Makanku© Kementerian Kesehatan

Konsep Piring Makanku (Foto: Kementerian Kesehatan)

" Sesuai dengan panduan Piring Makanku, setiap makan harus terdiri dari sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, sepertiga lauk-pauk dan buah, air putih, dan batasi makanan berlemak, bergula, dan berminyak," jelasnya.

Ketika sudah rutin menerapkan pedoman gizi seimbang harian, langkah selanjutnya ialah memantau dan menjaga bobot tubuh agar selalu dalam indeks normal. Cara menghitung indeks masa tubuh (IMT) adalah dengan membagi berat badan dengan hasil pangkat tinggi badan.

" Dari hasil IMT, seseorang dikatakan berbobot tubuh normal jika berada di nilai 18,5-25 kg/m2. Kurang dari itu berarti kekurusan, kalau kelebihan berarti kegemukan dan obesitas," kata Asih.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak