Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sakit Kepala (Foto: Shutterstock)
Dream - Sakit kepala merupakan keluhan umum yang dilontarkan seseorang ketika merasa tubuhnya tidak fit. Penyebabnya bisa jadi karena satu hal atau multifaktor.
Meski dianggap masalah yang ringan, tapi banyak orang tersiksa karena sakit kepala yang parah atau muncul terus menerus.
Sebaiknya jika keluhan sakit kepala tak kunjung hilang, harus dikonsultasikan dengan dokter. Bisa di dokter umum atau langsung ke dokter syaraf.
Sebagai panduan, Sahabat Dream bisa mencari tahu penyebab sakit kepala berdasarkan pusat sumbernya.
Berpusat di sekitar mata
Nyeri kepala di dalam dan sekitar mata kamu bisa menjadi tanda klasik dari sakit kepala cluster, dinamakan demikian karena sakit kepala ini cenderung terjadi dalam secara mengelompok selama beberapa minggu atau bulan sebelum hilang untuk sementara waktu. Biasanya hanya satu mata yang terpengaruh.
Sakit kepala cluster juga menjalar ke leher, pipi, hidung, pelipis, atau bahu. Penyebabnya bisa karena cuaca panas, stres, rhinitis alergi dan aktivitas seksual.
Nyeri leher kerap dilontarkan banyak orang. Terutama pekerja yang duduk berjam-jam di depan laptop. Salah satu penyebabnya adalah migrain.

“Sekitar 75% orang dengan migrain mengalami sakit leher, yang merupakan sesuatu yang tidak disadari banyak orang,” kata Mark W. Green, MD, dari National Headache Foundation, New York, AS, seperti dikutip dari Health.
Pemicu migrain antara lain stres, alkohol, dan makanan tertentu. Untuk itu pastikan menghindari pemicunya. Bisa juga mengonsumsi obat pereda sakit saat muncul serangan migrain.
Muncul rasa sakit di kulit kepala seperti ditarik dan sangat tegang. Sakit kepala ini membuat segalanya terasa sangat kencang dan muncul rasa sakit di kedua sisi kepala. Terutama dahi, pelipis, bagian belakang kepala, dan terkadang leher dan bahu.

Stres adalah penyebab paling umum dari sakit kepala karena tegang, meskipun masalah fisik dengan otot atau persendian dapat berkontribusi. Cobalah penghilang rasa sakit yang dijual bebas untuk sakit kepala tegang yang sering terjadi. Bicarakan dengan dokter jika kondisinya kronis.
Advertisement

Memahami Apa Itu MSCI dan Dampak Klasifikasi Indonesia Sebagai Standalone Market

Danantara Itu Apa Sih? Kenali Superholding dan Negara yang Sudah Duluan Mencobanya


Shopee 11.11 Big sale Hadir dengan Beragam Keseruan, Ini 5 Cara Menikmatinya

Rajin Olahraga Sejak Kecil Bisa Bikin Tubuh Lebih Hemat Energi Saat Dewasa, Studi Ungkap Alasannya

Waspada! 4 Ciri Pesan Penipuan Online yang Sering Bikin Korban Panik dan Kehilangan Uang
