Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sakit Kepala. (Source: Shutterstock)
Dream - Kamu pasti pernah mendengar nasihat untuk tidak menahan tangisan ketika menghadapi kedukaan atau persoalan berat. Menangis diyakini bisa membuatmu tak lagi memendam perasaan menjadi lebih lega.
Ada kalanya, beberapa orang menghadapi masalah kepala yang terasa sakit setelah menangis.
Jika Sahabat Dream sering mengalaminya, ingatlah kondisi tersebut sangat wajar dialami seseorang. Apalagi jika kamu menangis cukup lama. Efek lain dari menangis adalah kamu bisa saja merasa stres atau cemas sehingga sakit kepala makin hebat.
Sakit kepala atau pusing usai menangis biasnaya sering dialami ketika penyebab tangisan adalah sesuatu yang negatif.
Sakit kepala yang dirasakan saat menangis pun bisa berbeda-beda. Dilansir dari Sehatq.com, berikut penyebab dan jenis sakit kepala yang dirasakan saat menangis.

Menangis bisa menyebabkan otot kepala menegang. Sehingga, kepala pun akan terasa sakit. Apalagi, jika kamu stres dan menangis terlalu lama. Bahkan, kamu juga bisa merasa sakit di leher dan bahu.
Sakit kepala sinus
Orang yang memiliki riwayat penyakit sinus akan sangat mudah sakit kepala saat menangis. Kambuhnya sinus saat menangis disebabkan oleh penumpukan air mata dan lendir pada hidung.
Biasanya, kambuhnya sakit kepala sinus ditandai dengan hidung tersumbat, rasa nyeri di hidung, rahang, pipi atau dahi, sakit tenggorokan, batuk serta keluar air dari hidung.
Menangis bisa memicu migrain. Bahkan, kamu juga bisa mengalami mual, muntah serta sensitif terhadap cahaya maupun suara secara bersamaan. Hal ini disebabkan oleh stres.
Beristirahat dan tenangkanlah dirimu untuk meredakan sakit kepala. Kompres dingin atau hangat di leher, mata dan dahi juga bisa membantu meredakan sakit kepala.
Coba pijat bagian yang sakit atau berkonsultasi ke dokter jika rasa sakitnya tidak kunjung hilang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun