Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Dapur Katering Haji (Liputan6.com/Muhammad Ali)
Dream - Katering merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Tetapi, salah satu kendala yang kerap dihadapi adalah menjaga makanan tetap segar saat didistribusikan dari dapur katering kepada jemaah.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis, mengatakan, pihaknya telah meminta 72 perusahaan katering menggunakan mobil hidrolik yang dilengkapi pemanas makanan untuk mengantar ransum.
" Ini yang menjaga makanan tidak basi," ujar Sri Ilham di Kantor Kemenag, Jakarta, ditulis Rabu 4 Juli 2018.
Sri Ilham meminta penyedia katering selalu aktif menjaga kualitas makanan. " Kami mensyaratkan kepada mitra kami agar heater selalu aktif dalam posisi tercolok," ucap dia.
Mengenai katering tahun ini, Sri Ilham berharap kualitas makanan yang disajikan tak menurun. " Biasanya, berbagai lauk dan sayuran dimasak pada dini hari atau pagi, kemudian didistribusikan," kata dia.
Tahun ini ada empat titik krusial yang menjadi fokus Kemenag dalam penyaluran makanan. Titik-titik tersebut yaitu, bandara (Jeddah dan Madinah), Madinah, Mekah, dan Armina.
Berbeda dengan pelayanan katering untuk jemaah haji di hotel, di bandara jemaah haji akan mendapat makanan begitu tiba di Tanah Suci.
" Disajikan untuk jemaah saat berada di dalam bus," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun