Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jemaah Haji Di Madinah (Foto: MCH)
Dream - Jemaah haji Indonesia mulai bergerak meninggalkan Madinah menuju Mekah pada 26 Juli 2018 nanti. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi merancang sejumlah strategi agar perjalanan jemaah haji tanpa halangan.
Kepala Daker Madinah, Muhammad Khanif, menuturkan sebelum berangkat ke Mekah, PPIH melakukan pengecekan dokumen jemaah haji.
" Nanti ketua kloter dan perangkat kloter akan menuju ke muasasah (pengelola haji Arab Saudi) untuk mengecek dokumen perjalanan mereka," kata Khanif di Madinah.
Pemeriksaan tersebut untuk memastikan keberadaan rombongan, bus, dan lokasi pemondokan jemaah haji.
" Kalau ada jemaah yang terpaksa harus tinggal (di Madinah) karena sakit, itu paspornya akan diambil sehingga tidak terbawa ke Mekah," kata Khanif.
Untuk perjalanan ke Mekah, menurut Khanif, PPIH mengikuti ketentuan Pemerintah Saudi. Salah satunya, tidak mengantarkan jemaah haji di malam hari.
Saudi menerapkan larangan tersebut untuk meminimalisir potensi bahaya. Semisal, sopir mengantuk.
Dengan persyaratan itu, jemaah yang sudah menyelesaikan Arbain pada sholat Maghrib atau Isya harus menunggu sehari sebelum berangkat ke Mekah.
" Maka pemberangkatannya ke Mekah ke Madinah itu akan diberangkatkan pada pagi hari, setelah sholat Subuh," kata Khanif.
Lebih lanjut, PPIH telah menyediakan bus berkapasitas 40 hingga 50 penumpang untuk pemindahan itu. Bus-bus itu akan menjemput jemaah di pemondokannya masing-masing.
" Tergantung jumlah jemaah atau dari embarkasi masing-masing sesuai jumlah jemaah," ujar dia..
Sekitar 50 ribu jamaah akan diberangkatkan secara bertahap ke Mekah hingga 8 Agustus 2018. Kloter yang pertama tiba di Madinah dari Tanah Air akan diberangkatkan lebih dulu.
Dari Madinah, mereka akan menuju Bir Ali untuk memulai prosesi ihram dengan berniat haji dan memakai kain ihram. Kemudian, mereka menuju Mekah dan berumrah guna memenuhi rangkaian haji tamattu'.
Jemaah paling akhir per hari harus berangkat dari Bir Ali yang merupakan salah satu miqat itu setelah sholat Ashar.
Seluruh jemaah haji akan berangkat untuk melaksanakan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina pada 19-24 Agustus.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang