Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Menag Tepis Isu Larang Atribut Natal untuk Muslim

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 10 Desember 2014 21:04
Menag Tepis Isu Larang Atribut Natal untuk Muslim
Begitu juga perempuan nonmuslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi hormati Idul Fitri.

Dream - Kementerian Agama menegaskan tidak akan membuat larangan penggunaan atribut tertentu dalam memperingati hari besar keagamaan.

" Kemenag tentu takkan membuat aturan berisi perintah atau larangan tentang penggunaan atribut dan pakaian keagamaan tertentu," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin lewat siaran pers dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Rabu 12 Desember 2014.

Kata Lukman, masing-masing pemeluk agama dituntut dewasa dan bijak serta tidak menuntut, apalagi memaksa seseorang untuk menggunakan pakaian atau atribut agama yang tidak dianutnya.

" Seorang muslim tidak usah dituntut menggunakan kalung salib atau topi sinterklas demi menghormati Hari Natal. Juga umat perempuan nonmuslim tidak perlu dipaksa berjilbab demi hormati Idul Fitri," ujar dia.

Lukman menambahkan, bertoleransi bukanlah saling meleburkan dan mencampurbaurkan identitas masing-masing atribut dan simbol keagamaan yang berbeda, tetapi saling mengerti dan memahami.

Sebelumnya, muncul isu tentang desakan sejumlah pihak agar Kemenag menerbitkan larangan penggunaan pakaian atau atribut Kristen jelang Hari Raya Natal buat kaum muslim. (Ism)

Beri Komentar