Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (istudentnurse.com)
Dream - Dalam persidangan di Jerman pada Kamis pekan lalu, seorang perawat laki-laki mengakui telah membunuh lebih dari 30 pasien di sebuah rumah sakit tempatnya bekerja.
Ahli kejiwaan menduga perawat sadis berusia 38 tahun itu, membunuhi pasien-pasien yang dirawatnya karena mengalami kebosanan di tempat kerja.
Perawat yang dirahasiakan namanya ini menjalani persidangan pertama di Oldenburg, sebuah kota di utara Jerman pada September tahun lalu. Tersangka didakwa melakukan pembunuhan terhadap 3 pasien dan berusaha membunuh 2 lainnya.
Ahli kejiwaan yang dihadirkan mengatakan tersangka mengakui semua tuduhan. Tersangka juga mengatakan, dia juga memberi obat-obatan yang melebihi dosis terhadap 90 pasien lainnya, di mana 30 di antaranya akhirnya meninggal dunia.
Penyidik menduga motif perawat itu adalah untuk memicu darurat medis bagi pasien. Sehingga ia bisa menunjukkan kemampuannya menangani pasien gawat darurat. Tapi itu dilakukan untuk mengusir kebosanan yang melandanya.
Kematian para pasien terjadi di sebuah rumah sakit di Delmenhorst saat terdakwa bekerja di unit gawat darurat antara tahun 2003 dan 2005. Dia diyakini telah menyuntik pasien dengan obat jantung yang mengganggu irama jantung dan menyebabkan penurunan tekanan darah.
Ahli kejiwaan mengatakan perawat itu mengaku pembunuhan dilakukan di satu tempat. Dia telah bertemu dengan perawat itu empat kali.
Sementara itu, terdakwa mengaku sangat malu dan sangat menyesal dengan semua perbuatan yang dilakukannya.
Namun juru bicara pengadilan mengatakan apa yang diutarakan ahli kejiwaan tidak akan dianggap sebagai pembelaan, karena terdakwa tidak pernah berbicara secara langsung di persidangan.
Bukan kali ini saja kasus perawat membunuh pasien. Pada tahun 2006, perawat Jerman bernama Stephen Letter dihukum penjara seumur hidup karena menyuntuk mati 28 pasien yang kebanyakan adalah orang tua. Atas aksinya itu, Letter mendapat julukan 'Malaikat Kematian'.
Satu tahun kemudian, seorang perawat di Rumah Sakit Charite di Berlin juga dihukum penjara seumur hidup karena membunuh 5 pasien dengan memberikan obat hingga overdosis.
(Ism, Sumber: Emirates 24/7)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya