Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi Borneo (www.topindonesiaholidays.com)
Dream - Akhir tahun merupakan salah satu momen paling menjanjikan untuk menarik kunjungan wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Sejumlah orang pun pasti telah merencanakan agenda traveling ke daerah-daerah wisata untuk mengisi libur sekolah dan pergantian tahun.
Kesempatan ini turut dimanfaatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan menggandeng lima Pemerintah Provinsi (Pemprov) se-Kalimantan, dalam menyelenggarakan pameran wisata Borneo Extravaganza 2015.
Acara rutin yang sudah digelar selama tujuh kali ini, selalu diselenggarakan di luar Kalimantan dengan tujuan dapat menjaring wisatawan dari luar pulau Borneo. Sedangkan untuk tahun ini, Bandung menjadi pilihan untuk menyelenggarakan acara yang diadakan selama tiga hari, 27-29 November mendatang.
" Kami akan adakan di Bandung Indah Plaza (BIP), agar pengunjung mall yang datang dari mana-mana bisa menyaksikan budaya etnik khas Kalimantan yang kami tampilkan," tutur Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya.
Bandung juga dipilih dengan pertimbangan kemudahan akses transportasi udara dari Bandung menuju Kalimantan, begitu pula sebaliknya. Sehingga Kota Kembang memang dijadikan bidikan utama untuk menjaring wisatawan nusantara.
Raseno berharap ajag ini bisa menjadi alat promosi pesona Kalimantan sebagai bursa pariwisata nusantara. Berbagai paket wisata unik dan menarik diharapkan dapat menarik 255 juta kunjungan wisatawan lokal dan 10 juta wisman di akhir tahun.
" Kedatangan wisman itu terutama diharapkan dari negara perbatasan seperti Kucing, Serawak dan Brunei Darusalam," imbuh Raseno di Gedung Sapta Pesona, Senin, 16 November 2015.
Peningkatan jumlah Wisnus setiap tahunnya, menjadi pertimbangan untuk menargetkan jumlah kunjungan menjadi 275 juta wisatawan dalam lima tahun ke depan. Seiring dengan cita-cita Kemenpar yang ingin menjadikan sektor pariwisata sebagai kontributor utama dalam mendorong perekonomian nasional.
" Kunjungan 255 juta pelancong setara dengan pengeluaran Rp201,5 triliun. Kemudian sektor pariwisata akan menyumbang devisa 280 triliun. Dengan menciptakan 13 juta lapangan kerja, tandasnya menutup konferensi pers Borneo Extravaganza 2015.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram