Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sekitar 20 Ribu Warga Saudi Meninggal Dunia Akibat Obesitas
Dream - Kegemukan hingga kini masih menjadi momok yang dapat berujung pada kematian. Setidaknya hal itulah yang terjadi pada sekitar 20.000 orang berbobot 'tambun' di Arab Saudi.
Sejumlah ahli memprediksi kegemukan menjadi salah satu penyebab meningkatnya penderita diabetes hingga berujung pada kematian. Bahkan kini keluhan kegemukan juga sudah mulai menghantui anak-anak.
Lebih dari 3 juta orang di Arab Saudi mengalami obesitas, meskipun saat ini pemerintah tengah mengupayakan program kesehatan di sekolah-sekolah. Program tersebut tercetus setelah banyaknya warga yang meregang nyawa akibat obesitas.
Masyarakat Endokrinologi di Provisi Timur Saudi berupaya memperingatkan adanya kenaikan tingkat obesitas dan diabetes tipe 2 yang mempengaruhi sekitar seperempat dari total warga Arab Saudi.
" Penyakit ini mengancam kesehatan masyarakat, serta perekonomian nasional Saudi, seperti halnya dengan banyak negara," kata perwakilan komunitas dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Arabnews, Senin 18 Agustus 2014.
Komunitas ini juga menyebut di dunia setidaknya ada 1,7 miliar orang yang menghadapi banyak keluhan akibat obesitas. Angka ini berpengaruh pada menempatkan anggaran keuangan yang dapat memberatkan negara karena mampu meningkatkan sejumlah penyakit mematikan seperti diabetes, stroke, jantung, hingga kanker.
Menghadapi fakta ini, komunitas tersebut menuntut pemerintah melakukan langkah cepat untuk membatasi kemungkinan angka obesitas. Termasuk salah satunya mendorong warga untuk melakukan perubahan gaya hidup.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya