Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi orang Indonesia, karbohidrat adalah sumber utama dalam makanan sehari-hari dan memenuhi rasa kenyang. Nasi atau mi wajib ada dalam hidangan yang akan disantap.
Terkadang kita sering melupakan asupan yang mengandung protein. Padahal, protein fungsinya sangat vital bagi tubuh mulai dari menstabilkan kadar gula darah, memperbaiki kondisi otot, mengatasi rasa kenyang dan pembentukan sel-sel baru.
Sahabat Dream sudah memenuhi kebutuhan protein harian? Mungkin sebagian besar akan bingung untuk menjawabnya. Kamu baru menyadari kekurangan asupan protein saat merasa ada yang aneh dengan tubuh.
Nah, jika muncul tiga tanda ini, tandanya tubuh sedang kekurangan protein. Perbanyak konsumsi ikan, daging, ayam, telur dan sumber protein lainnya.
Ketika kamu makan makanan yang rendah protein, makan cenderung merasa tidak puas. Efeknya adalah selalu mencari makanan dengan manis berkadar gula tinggi atau mungkin makanan berlemak dan juga kaya karbohidrat seperti gorengan.

Mengonsumsi protein menyeimbangkan semuanya. Membuat kamu berhenti merasa nafsu terhadap makanan tertentu dan kenyang lebih lama.
Jika dulu kamu memiliki kulit yang montok dan bercahaya yang sekarang kusam dan bersisik, itu mungkin pertanda bahwa protein sangat kurang dalam makanan harian Protein sangat dibutuhkan untuk membentuk sel rambut, kuku, dan kulit.

" Jika protein tidak didapatkan secara cukup kulit jadi sangat mudah kering, rambut lebih tipis karena rontok, begitu pun kuku yang jadi mudah rapuh," kata Steven Bowers, ahli gizi yang juga penulis buku Healthy Healthest People, dikutip dari Prevention.
Jarang minum minuman bersoda tapi perut sering merasa kembung? Bengkak di perut karena gas, lalu di pergelangan kaki sering terjadi karena tubuh kekurangan protein.

Protein diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel-sel tubuh. Saat tidak seimbang, perut bisa jadi sangat kembung, cairan di kaki pun tak normal dan terjadi pembengkakan.
Pastikan setiap hari ada sumber protein dalam menu makanan kamu.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya