Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Anak Tidur (Foto: Shutterstock)
Dream - Bernapas merupakan respons otomatis tubuh. Tidak perlu direncanakan dan dipikirkan, tubuh pasti akan bernapas. Namun bagi mereka yang memiliki masalah jalan nafas, kondisinya tidak sesederhana itu.
Terutama jika terjadi pada anak-anak saat mereka tidur. Momen tidur bagi anak sangat penting untuk perkembangan sel otaknya dan berdampak pada kemampuan kognitif sera psikologis.
" Anak-anak yang mengalami masalah pernapasan saat tidur, tidak pernah mendapatkan cukup oksigen ke otak, yang menyebabkan mereka tidak pernah cukup tidur," kata dr. Stuart Frost, seorang ortodontis dan penulis The Artist Orthodontist, dikutip dari KidSpot.
Anak yang kurang tidur menurut Frost, cenderung memiliki prestasi buruk di sekolah dan tidak fokus dan lemas. Lalu apa tandanya anak mengalami masalah pernapasan saat tidur?
Mendengkur
Mendengkur disebabkan oleh getaran jaringan berlebih yang menghalangi jalan napas. Jika setiap hari anak mendengkur, segeralah berkonsultasi dengan dokter anak. Bisa jadi karena banyak lendir dan alergi, amandel atau faktor lain yang harus segera diatasi.
Bernapas dengan mulut
Saat tidak ada ruang bagi lidah untuk mencapai atap mulut (langit-langit mulut), maka bisa menghalangi jalan napas. Juga, ketika amandel dan kelenjar gondok anak membesar, dapat mengurangi ukuran jalan napas di bagian belakang tenggorokan.
" Situasi yang membuat anak-anak terlalu sulit mendapatkan udara yang cukup ketika bernapas melalui hidung menyebabkan anak membuka mulut. Hal ini harus segera dicari penyebabnya," ungkap Frost.
Gigi berbunyi
Saat tidur anak-anak terus menggesekan giginya hingga berbunyi? Hal ini dilakukan untuk membuka jalan napas mereka. Cara ini memang dapat memperlebar saluran hidung untuk membantu anak mengambil lebih banyak udara saat bernapas melalui hidung.
Saat si kecil mengalami tanda-tanda di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Tidur yang berkualitas sangat penting bagi anak untuk kesehatan dan psikologisnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun