Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Berkebun (Foto: Delight Children)
Dream - Anak-anak dapat belajar keterampilan baru, bersenang-senang, bermain sekaligus mengembangkan kepercayaan diri dengan menghabiskan waktu dengan berkebun. Untuk itu segera agendakan berkebun seru dengan anak.
Biarkan mereka main dengan tanah dan tumbuhan yang ada. Berkebun ini cocok jadi aktivitas anak berusia 5 tahun ke atas dan sangat dianjurkan untuk merangsang kerja panca indera anak.
Dengan berkebun, anak dapat menyentuh dan merasakan kotoran, biji dan bunga, melihat warna-warna cerah dan ukuran yang bervariasi dari tanaman, mendengar suara sayuran ketika diambil dari tanaman dan mencium aroma yang menakjubkan dari bunga.
Sebelum berkebun, sebaiknya persiapkan alat-alat berukuran mungil dan tidak tajam agar bisa digunakan si kecil. Untuk tanaman, Anda bisa memilih jenis tanaman yang bisa dimakan, seperti tomat, cabai, atau toge.
Ajarkan bagaimana menggali tanah. Jika terdapat binatang seperti cacing, coba jelaskan fungsinya yang bisa menggemburkan tanah. Setelah menggali, perlihatkan cara menanam dengan benar, menyiram dan memberi pupuk secara teratur.
Dengan berkebun anak sebenarnya juga belajar bertanggung jawab untuk merawat tanaman yang ditanamnya. Agar si kecil merasa memiliki tanaman tersebut, siapkan area khusus untuknya, beri nama pohon yang ditanamannya.
Tulis juga jadwal kapan si kecil harus menyiram dan memberinya pupuk. Jika sudah tumbuh dan panen, pasti akan sangat seru saat memetiknya.
Apalagi jika tumbuhan tersebut merupakan bahan makanan yang biasa dimakan sehari-hari. Anak pun jadi tahu kalau sayur yang ia makan setiap hari tidak tumbuh begitu saja, tetapi ada proses panjang di baliknya.
(Ism, Sumber: Better Health)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
