Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - China dikabarkan telah berhasil menciptakan vaksin untuk melemahkan virus corona Covid-19. Kini mereka ingin menguji vaksin yang dibuat oleh para ilmuwan militer tersebut.
Tetapi kasus baru Covid-19 di China saat ini hanya mencapai ratusan. Sedangkan di luar China, seperti Italia, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai ribuan.
Menghadapi situasi tersebut, China ingin menguji vaksin Covid-19 di luar negeri. Dengan skala kasus positif Covid-19 yang besar, maka bisa diketahui keefektifan dari vaksin tersebut.
Chen Ling, seorang ahli virus di Laboratorium Pusat Negara Untuk Penyakit Pernapasan, mengatakan uji coba tahap kedua dan ketiga akan membutuhkan ribuan subjek.
Dengan melakukan uji coba di negara-negara yang paling terdampak, akan membantu memberikan hasil yang lebih cepat dan lebih akurat.
" Kami telah berhasil membendung virus ini begitu cepat, dan sekarang kami tidak memiliki cukup kasus yang dikonfirmasi untuk pengujian vaksin lebih lanjut," katanya.
Ling mengatakan sekarang mereka membutuhkan ribuan orang yang akan menjalani uji coba untuk mengetahui apakah ada perbedaan statistik yang signifikan di antara pasien yang diberi vaksin dan yang tidak.
Sementara itu, Chen Wei, ahli epidemiologi dan ahli virus di Akademi Ilmu Kedokteran Militer China, mengatakan hasil uji klinis tahap awal membuktikan bahwa vaksin itu aman dan menghasilkan efek yang diinginkan.
Sekarang, China akan menguji untuk mengetahui keefektifannya di luar negeri sebagai bagian dari uji klinis tahap kedua dan ketiga.
Wei mengatakan banyak negara telah menyatakan minatnya untuk bekerja dengan timnya untuk menguji vaksin Covid-19 tersebut. Namun dia tidak menyebutkan negara mana saja yang berminat itu.
Terpisah, Tao Lina, seorang ahli vaksin di Shanghai, mengatakan akan lebih baik untuk melakukan uji klinis di negara-negara maju yang paling terdampak saat ini, seperti Inggris dan Jerman. Kedua negara ini dikenal punya pencapaian ilmu pengetahuan tingkat tinggi.
Menurutnya, AS kemungkinan besar tidak mau bekerja sama dengan China. Tetapi Beijing dapat bekerja dengan negara-negara yang paling terdampak seperti kedua negara tersebut di atas.
Tahap pertama dari uji klinis untuk vaksin dimulai di Wuhan pada 16 Maret, dengan 108 sukarelawan menerima suntikan.
Uji klinis dimulai satu hari setelah National Institutes of Health AS mengumumkan bahwa National Institute of Allergy and Infectious Diseases telah mengembangkan vaksin untuk Covid-19.
Menurut pengamat militer di Beijing, Zhou Chenming, idealnya China bekerja sama dengan AS untuk mengembangkan vaksin Covid-19.
" Senjata terbaik untuk memerangi pandemi adalah operasi gabungan antara China dan AS dengan mengesampingkan perbedaan politik mereka. Sekarang ini, seluruh dunia, bukan hanya China dan AS, sedang menghadapi musuh yang sama - Covid-19," pungkas Chenming.
(Sah, Sumber: SCMP)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya