JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Alat Kontrasepsi Juga Digunakan Untuk Tambal Ban. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Alat kontrasepsi ternyata tak hanya bsia digunakan saat berhubungan intim pasangan suami istri. Di tangan para pecinta otomotif, benda ini ternyata bisa menjadi “ pelindung” yang lain.
Dilansir dari Otosia, Senin 10 September 2018, di Kuba, masyarakatnya menggunakan kondom sebagai alat tambahan reparasi ban. Pelumas yang ada di barang ini juga digunakan untuk memoles mobil agar tambah kinclong.
Tak hanya di sektor otomotif, kondom juga berfungsi untuk fermentasi anggur, mengikat rambut, dan balon ulang tahun. Bahkan, alat ini juga bisa membantu nelayan mencari ikan.
Kuat dan elastis menjadi alasan utama.
Teknik unik yang digunakan rakyat Kuba ini tak lepas dari kondisi negaranya yang pernah terkena sanksi perdagangan oleh Amerika Serikat. Warga Kuba harus berpikir beberapa kali dan memanfaatkan sejumlah barang yang ada, termasuk kondom.
Benda ini juga dijual murah karena pemerintah turut memberikan subsidi. Satu kotak alat kontrasepsi hanya dijual 4 sen dolar AS.
Dream – Bagi pengendara sepeda motor, kamu tentu pernah mengalami kejadian ban bocor. Selain terkena benda tajam, kebocoran ternyata bisa dipicu juga oleh ban dalam yang terlipat.
Mengalami ban bocor saat tengah dalam perjalanan tentu mengesalkan. Apalagi jika di lokasi tidak ada tukang tambal ban atau bengkel.
Dikutip dari laman Suzuki, Kamis 30 Agustus 2018, ban dalam yang terlipat bisa terjadi karena faktor ukuran yang tidak sesuai dengan ban luar. Alhasil, sebagian ruang ban dalam tak terisi angin sehingga terlipat.
Selain ukuran, pemasangan velg yang tak sempurna ketika mengganti ban atau tambal ban juga bisa memicu kondisi tersebut.
Nah, menemukan ban dalam terlipat, bagaimana cara mengakalinya?
Pertama kamu harus memastikan ukuran ban dalam sesuai dengan ban luar. Tak hanya itu, pastikan juga ukuran pelek sesuai dengan ban luar kendaraanmu. Intinya, semua komponen roda harus seukuran. Kalau di bengkel tak ada, jangan memaksakan diri.
Pernah melihat petugas tambal ban yang memasang ban dalam dalam keadaan tanpa angin? Untuk memastikan ini, mereka mencopot dulu pentil ban, baru dipasangkan ke luar.
Ternyata, cara ini salah, guys.
Yang tepat, ban dalam harus dalam kondisi terisi sedikit angin ketika dipasang. Cara ini memang sedikit merepotkan dan memperlambat proses pemasangan. Tapi, trik ini merupakan cara paling tepat agar permukaan ban tertarik sempurna dan tak terlipat ke dalam. Cara ini juga menurunkan risiko ban bocor karena terlipat.
Kalau mau lebih maksimal, kamu bisa sedikit memberikan bedak antara ban dalam dan lapisan dalam ban luar agar tak seret dan posisinya mudah diatur. Atau, kamu juga bisa menggunakan ban tubeless. Ban ini tak menggunakan ban dalam, sehingga aman dari sobekan akibat ban dalam yang terlipat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
