8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Foto : Ilustrasi
Dream - Setiap kali mendengar tifus, orang langsung terhubungan dengan penyakit akibat kelelahan. Meski tak sepenuhnya keliru, tifus sebetulnya lebih erat kaitannya sebagai penyakit karena mengonsumsi makanan tak bersih yang menyebabkan saluran pencernaan terinfeksi.
Secara lebif spesifik, tifus adalah penyakit yang disebabkan bakteri jenis Salmonella typhi yang menyebabkan tubuh pasien mengalami demam tifoid.
Dokter umum Patricia Vina di acara Santap Aman yang digelar @kenapaharusvaksin di Jakarta, Jumat, 8 Juli 2022 menjelaskan bakteri Salmonella typhi tak hanya berkembang biak di dalam makanan.
Bakteri ini terkadang masih bisa hidup di peralatan makan seperti sendok dan piring serta peralatan yang tak bersih saat dicuci.

foto: ilustrasi
Mengonsumsi makanan atau air yang kurang matang bisa meningkatkan risiko tertular bakteri salmonella. Bahan makanan atau air yang dimasak kurang matang diketahui tidak cukup untuk membunuh bakteri.
" Penyimpanan makanan yang kurang higienis juga menjadi salah satu faktor lain. Tidak semua makanan disarankan disimpan di suhu kamar, misalnya seperti daging. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu kamar, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat," imbuh dr Vina.
Selain dari makanan, faktor lain yang menyebabkan seseorang bisa terjangkit bakteri tersebut adalah berjabat tangan dengan orang lain yang membawa penyakit tifus. Apalagi jika tangan yang dipegang itu tidak bersih dan habis memegang makanan.
" Kelelahan akibat bekerja dan kurang istirahat, membuat daya tahan tubuh kita menurun. Sehingga saat kita mengonsumsi makanan yang kurang bersih atau tangan kita tidak higienis, menyebabkan kita terjangkit penyakit tifoid atau tifus," tuturnya.

foto : instagram @kenapaharusvaksin
Sementara itu Chef William Gozali atau yang kerap disapa Wilgoz meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli makanan yang ada di pinggir jalan.
" Jadi solusi terbaik dari saya sih nggak jajan sembarangan. Kalau tetap mau jajan, dipilah-pilah yang paling higienis," imbuhnya.
Selain menjaga asupan makanan yang dimakan, untuk mencegah tifus, bisa dilakukan dengan vaksinansi.
" Vaksinasi ini juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit tifoid atau tifus. Ini menjadi alternatif atau perlindungan tambahan dari tifus," tutur dr Vina.
Vaksinasi bisa dilakukan mulai usia dua tahun ke atas. Untuk perlindungan maksimal, seseorang direkomendasikan menjalankan vaksinasi tifoid setiap tiga tahun sekali.
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan