Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kedai Ramen (Foto: Butwalpage)
Dream - Dari luar, Hot Air terlihat bukan seperti kedai ramen terkenal. Tampilannya lebih mirip dealer mobil bekas. Tak salah memang. Sebelum kedai ramen tersebut terkenal ke penjuru Jepang, sang pemilik dulunya menjalani usaha jual beli mobil.
Kedai yang terletak di prefektur Tottori ini memang bukan kedai mewah. Tapi mendapat rekomendasi dari Michelin karena ramennya yang luar biasa enak dan lezat.
Pemilik kedai Hot Air, Katsumi Yoshida, pertama kali membuka dealer mobil pada 2002, namun hanya berlangsung 10 tahun, yaitu sampai 2012. Kemudian, ia memutuskan untuk merenovasi ruang pertemuan di dalam dealer dengan menempatkan meja dan kursi.

Dari situ lah ia mulai menyajikan ramen dan menjadi sangat terkenal. Tenyata, kecintaan Yoshida terhadap ramen sudah dimulai saat usia lima tahun. Dahulu, sang nenek sering membuatkannya ramen dengan rasa yang sangat lezat.
Berkat pengalamannya selama bertahun-tahun mengolah berbagai jenis ramen, Yoshida juga mengembangkan usaha bumbu makanan. Antara lain garam, ikan sarden, dan tulang ayam, dalam kaldu bebas zat aditif.
Ramen Yoshida ini dinobatkan bintang Michelin kategori Bib Gourmand. Sebuah kategori yang mengakui restoran dengan makanan berkualitas dengan harga maksimum Rp645.000.
Semangkuk ramen Yoshida mereka dibanderol dengan harga 800 yen atau seharga Rp 103.000. Kira-kira seenak apa rasanya? (Sumber: Butwalpage)
Laporan Mega Rasmiyati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya