Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Anak Belajar Makan Sendiri (Foto: Feeding My Kid)
Dream - Makanan atau camilan sering jadi " senjata" andalan para orangtua untuk membujuk atau membuat anak menjadi mudah diatur. Puding, biskuit, cracker, atau es krim, biasanya akan membuat anak jadi luluh dan tenang.
Memberi mereka makanan memang baik, tapi alasan utamanya adalah memenuhi nutrisi dan mencegahnya kelaparan. Bukan untuk menenangkan anak.
Susie Burrell, seorang dokter gizi anak, mengungkap, masalah makan pada anak sering dipicu kebiasaan orangtua yang memberi makan untuk menenangkan dan tanpa pengawasan.
" Memberi makanan untuk balita yang sedang dalam masa pertumbuhan memang baik, tapi jika berlebih akan berdampak pada berat badan, kesehatan gigi, dan kebiasaan makan mereka dalam jangka panjang," ujar Burell.
Untuk kesehatan gigi, makan berlebihan pada balita, terutama makanan manis bisa berdampak buruk. Gigi membutuhkan waktu beberapa jam untuk menetralisir tanpa makanan. Jika terus menerus mengunyah, gigi jadi mudah rapuh. Pemicu lain orangtua membiarkan anak banyak makan tanpa pengawasan adalah " balas dendam"
" Seringkali dijumpai beberapa kasus balita yang sulit makan sehingga saat mereka makan banyak, sang Ibu tidak mempermasalahkannya. Perlu diingat, balita hanya makan secukupnya. Perut mereka relatif kecil sehingga hanya cukup menampung makanan selama 2-3 jam," kata Burell.
Jadi, berapa sering sebaiknya balita makan? Jawabannya, paling banyak enam kali.
Diawali dengan sarapan, makanan ringan, makan siang, cemilan sore, dan kemudian makan malam. Untuk itu, jika mereka makan terus menerus secara tidak teratur dan dalam porsi yang banyak, bisa membawa dampak buruk bagi kesehatannya.
(Sumber: Kid Spot)
Laporan: Nanda Febriani
Baca Juga: Waspada Gejala Pendarahan di Kulit Bayi Dua Langkah Penting Kala Membersihkan Mainan Anak Waspada Gejala Pendarahan di Kulit Bayi Anak Terlihat Sakit, Tetap Sekolah Atau Izin? Kenali Tanda-tanda Anak Terkena Anemia
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang