Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Grace Judio-Kahl (Cynthia Amanda Male/Dream)
"Selama kalori yang dikeluarkan lebih banyak, seseorang tidak perlu khawatir.."
Dream - Bulan Puasa Ramadan akan dimulai besok, Kamis, 17 Mei 2018. Selain ibadah, para ibu juga pasti sdah mulai bersiap-siap memikirkan menu menu sahur dan berbuka.
Selain menyajikan menu pengundang selera makan, pada Ramadan tahun mungkin waktunya untuk mulai menghidangkan makanan sehat dengan nutri yang pas.
Hal lain yang tak boleh dilupakana adalah menahan diri agar tidak kalap saat menyantap makan berbuka atau sahur. Dengan pola yang tepat, badan akan tetap ideal saat menjalani Ramadan sampai hari Lebaran tiba.
"Sebenarnya tidak sulit untuk menjaga berat badan saat puasa agar tidak membengkak saat lebaran. Kuncinya hanya makan secukupnya," saran Grace Judio-Kahl, Pengamat Gaya Hidup dan Behavioural Scientist di Buba n Bump, Selasa 15 Mei 2018.
Untuk menentukan makan yang cukup, Sahabat Dream hanya harus memperhatikan nilai nutrisi dan jumlah kalori yang dikonsumsi serta dikeluarkan. Jika ingin berat badan stabil, usahakan menyeimbangkan kalori yang masuk.
"Selama kalori yang dikeluarkan lebih banyak, seseorang tidak perlu khawatir dengan berat badannya. Dan jangan lupa untuk tetap makan dan minum yang cukup saat sahur dan buka puasa," tuturnya.
Grace menekankan minuman dan makanan yang mengandung banyak air harus menjadi asupan utama saat Ramadan. Jenis asupan tersebut bisa memperkuat imunitas tubuh.
"Yang sangat diperlukan saat bulan puasa adalah air. Banyak makan sup dan buah potong juga bisa memenuhi nutrisi selama Ramadan".(Sah)