5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Yamaha (Foto: Shutterstock)
Dream - Kinerja produksi manufaktur kendaraan roda dua Yamaha belum terdampak oleh wabah virus corona atau COVID-19 yang terus menjadi perhatian global.
" Adanya wabah Corona ini sepertinya tidak akan mengganggu pasar ekspor. Coba saja lihat, Eropa, Amerika, Australia dan ASEAN masih normal-normal saja. Begitu pun dengan kita. Lagi pula kita juga masih kuat untuk pasar domestik," ujar M Abidin, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta, Selasa kemarin.

Namun kata Abidin, mewabahnya virus Corona ini memang berdampak pada daya beli.
" Tidak pada sektor industri otomotif saja, semua sektor juga mulai terpukul oleh virus mematikan ini," tuturnya.
Pabrikan berlambang garpu tala itu berharap wabah Corona bisa segera berakhir. Sehingga, mereka bisa mempertahankan pasar ekspornya.
Meski demikian, Yamaha masih tetap mengandalkan domestik.
Yamaha Indonesia tercatat yang merajai pasar ekspor sepeda motor pada 2019, dengan penguasaan pasar sebesar 60 persen lebih.

Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) periode Januari 2019, tercatat angka 37.720 unit motor Yamaha diekspor. Disusul oleh Honda di peringkat kedua dengan catatan ekspor 17.300 unit.
Menguatnya pasar ekspor Yamaha Indonesia ini berkat penjualan produk-produk keluarga Maxi, antara lain Yamaha Nmax, Aerox 155, dan Lexi yang dikirim ke lima benua, paling besar adalaha Eropa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?