Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: LaSalle College)
Dream - Sejumlah desainer muda berbakat ikut unjuk kebolehan di atas runway jakarta Fashion Week 2018. Busana karya mereka tak kalah mentereng dari besutan para desainer senior.
Lihat saja karya 9 calon desainer muda dari LaSalle College yang menghadirkan show bertajuk 'Prelude'. Meskipun beberapa di antaranya merupakan proyek akhir dari studi mereka, busana yang dihasilkan tak kalah bersaing.
Masing-masing desainer memiliki cara unik untuk menafsirkan gagasan dan mengembangkan konsep rancangannya. Sehingga menghasilkan konsep bercitarasa global, tanpa menanggalkan unsur-unsur tradisional Indonesia.

Di usia belia, Edita Aurelia tertarik terjun pada busana couture yang terinpirasi dari alam. Dia tertarik meluncurkan 5 looks yang didominasi warna putih untuk menggambarkan hamparan salju saat musim dingin.
Namun, nuansa adibusana diperkuat dengan manik-manik, lace dan pom-pom yang menggambarkan keindahan stalagmit dan bintang berbulu di Arktik.

Sementara, Meyenda Pebri Dita menghadirkan busana elegan, klasik, dan timeless. Mayenda tertarik mengolah kain tradisonal Sumatera Utara yang dikenal dengan istilah Uis Gara.
"Selama ini orang kebanyakan hanya tahu Ulos Batak, saya ingin kasih tahu kalau selain ulos, masyarakat Karo juga punya kain tradisional namanya Uis Gara," tutur Mayenda di Senayan City, Senin 23 Oktober 2017.
Begitu pula dengan Teresa Cristine Johan yang ingin membangkitkan ketertarikan anak-anak muda pada kain tradisional. Bedanya, ia memilih untuk mengolah kain batik Tambal Sewu dalam busana ready to wear.

Sedangkan, Tizza Azzara Saneva mengenakan kain songket dan tenun tangan asal Pandai Singkek, Sumatera Barat.
Lalu yang tak kalah dramatis adalah pesan yang ingin disampaikan Rahesa Putri mengenai perjuangan ayahnya ketika mengalami Tsunami Aceh apda akhir 2004 silam.
Koleksinya akan menitik beratkan pada kekuatan gelombang tsunami yang dituangkan dalam bentuk etnik patchwork dan shibari. Sehingga mempengaruhi warna dan siluet, yang kuat akan dominasi suasana laut.

Benang merah nuansa pesisir, juga akan dipamerkan oleh Regina Hema Shena. Menghadirkan busana berwarna bold, ia ingin mengahadirkan suasana senja di pinggiran pantai.
"Dituangkan dalam tretament pleats, yang dibentuk menyerupai gelombang ombak, yang diperindah dengan manik-manik," pungkas Regina.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking