Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Garam Dapur/ Foto: Shutterstock
Dream - Sejak dulu, masyarakat sudah menggunakan garam sebagai bumbu dapur dan pengawet. Garam digunakan untuk mengasinkan daging, ikan, sayur, hingga buah-buahan agar tidak cepat membusuk.
Garam berfungsi untuk mengawetkan makanan dengan cara mengeluarkan air dari makanan dan garam dapat mengeringkannya secara efektif. Dengan menambahkan garam ke dalam makanan, dapat menghilangkan bakteri dalam air yang mereka butuhkan untuk berkembang, sehingga dpaat mencegah bakteri untuk tumbuh.
Contoh lain adalah mentega asin. Mentega asin memeiliki waktu simpan yang lebih lama dibandingkan mentega tawar, hal ini karena garam menarik air keluar dari mentega dan hanya tersisa lemak saja. Lalu, apakah garam bisa kedaluwarsa?
Jawaban singkatnya adalah garam tidak kedaluwarsa. Mikroba yang menyebabkan pembusukkan pada makanan, karena mikroba membutuhkan air untuk berkembangbiak.
Sementara garam murni atau asli tidak mengandung air. Itu berarti tidak akan busuk atau kedaluwarsa. Lalu menurut laporan National Academies Institutes of Medicine, menambahkan garam ke makanan juga dapat menyebabkan sel mikroba mengalami syok osmotik, sehingga mengakibatkan hilangnya air dari sel dan dengan demikian menyebabkan kematian sel atau pertumbuhan akan terhambat.

Mungkin, garam kemasan yang kamu beli terdapat tanggal kadaluwarsa pada labelnya, tetapi itu biasanya karena diwajibkan oleh Undang-Undang atau karena orang akan cenderung mempercayai produk dengan tanggal kedaluwarsa, penggunaan, atau penjualan yang terdapat di kemasan produk.
Menurut Departemen Pertanian AS, garam bertahan tanpa batas waktu, selama disimpan dalam kondisi sejuk dan kering di dapur. Untuk produk garam yang mengandung bahan lain seperti yodium, rempah-rempah, perasa atau pewarna, akan dapat memburuk seiring berjalannya waktu.
Sebenarnya, garam murni akan bertahan lama hingga tahunan. Perlu diingat, ada juga varian garam yang mengandung senyawa dan kandungan di luar natrium klorida dalam garam murni.

Misalnya garam himalaya, garam ini mendapatkan warna merah jambu dari mineral. Garam laut yang tidak dimurnikan mengandung sejumlah kecil alga. Sedangkan garam beryodium mengandung yodium. Dan garam meja, garam Kosher, dan jenis lainnya mengandung bahan anti penggumpalan yang dapat terurai seiring waktu, biasanya akan menyebabkan penggumpalan.
Senyawa tambahan itu tidak akan kedaluwarsa, tapi garamnya tidak. Bila memang garam menggumpal, berubah warna atau aroma, tetap aman dikonsumsi dan kualitas rasanya akan menurun.
Laporan Devi Tri Aprilianza / Sumber: Reader’s Digest
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya